Petani di Toba Gagal Panen Usai Terapkan Pola Tanam Dua Kali

Lahan petani di Kecamatan Uluan yang diserang tikus, belum juga dibajak. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Untuk meningkatkan hasil produksi panen padi, petani di Kabupaten Toba mencoba menerapkan pola tanam dua kali sesuai program yang ditentukan oleh pemerintah. Namun, setelah dicoba, petani padi di Kecamatan Uluan mengalami gagal panen.
Meskipun sebelumnya penerapan pola tanam dua kali telah gagal di Kecamatan Porsea, petani di Kecamatan Uluan mencoba melakukan penanaman padi musim kedua di akhir tahun 2025 untuk dipanen di awal 2026. Namun, pola yang sama kembali berujung gagal panen akibat serangan hama tikus.
Salah seorang warga Kecamatan Uluan, S Manurung, mengatakan tanam dua kali ternyata belum dapat diterapkan sepenuhnya di Kecamatan Uluan, dan sepertinya alam belum mendukung, khususnya terkait serangan hama tikus dalam satu tahun saat padi ditanam dua musim.
"Sungguh luar biasa serangan hama tikus di musim tanam kedua, hampir tidak ada yang tersisa untuk panen petani. Seperti saya, sebutir padi tidak ada hasil panen, dan teman lainnya dari 100 kaleng, hasil maksimal yang dipanen hanya 10 kaleng," ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, dirinya dan beberapa petani lain merasa kecewa dengan anjuran pola tanam dua kali dalam setahun. Dalam waktu dekat, pola tanam satu kali dalam setahun yang sudah ratusan tahun dilakukan dinilai masih lebih layak diterapkan di beberapa kecamatan di Toba.
"Bukannya untung yang didapat, malah kerugian yang berlipat. Sudah gagal panen, ditambah lagi musim tanam tahun 2026 menjadi terlambat, di mana warga yang lesu akibat serangan tikus merasa enggan untuk penanaman berikutnya," ucapnya.
Seperti diketahui, di Kecamatan Uluan, pada Maret setiap tahunnya musim tanam padi sudah mulai rampung. Namun, karena gagal panen di akhir Februari 2026, banyak sawah petani belum juga diolah (dibajak) untuk memulai musim tanam berikutnya. (hm27)






















