Pemkab Dairi Sebut Stok BBM Aman, Panic Buying dan Migrasi Konsumen Picu Antrean di SPBU

Antrean kendaraan mengular di SPBU Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, dalam beberapa hari terakhir. (Foto: Manru/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Dairi, Lipinus Sembiring, mengungkap penyebab antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang terjadi dalam sepekan terakhir.
Kepada MISTAR, Lipinus menjelaskan bahwa kuota BBM jenis solar dan pertalite untuk Kabupaten Dairi masih sangat mencukupi.
"Berdasarkan laporan dari seluruh SPBU, stok BBM jenis solar masih cukup. Hanya ada satu SPBU yang saat ini sedang menunggu proses pengiriman. Data penyaluran BBM untuk bulan Juni juga masih mencukupi," ujar Lipinus, Selasa (9/6/2026).
Terkait antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU, Lipinus menyebut ada dua faktor utama penyebabnya, yakni panic buying atau pembelian berlebihan oleh masyarakat serta migrasi konsumen akibat perbedaan harga BBM.
Menurutnya, sebagian pengguna Dexlite beralih menggunakan Biosolar karena selisih harga yang cukup jauh.
"Pemicunya adalah faktor harga. Saat ini harga Dexlite sekitar Rp23.500 per liter, sedangkan Biosolar Rp6.800 per liter. Akibatnya terjadi migrasi konsumen dan panic buying. Berdasarkan konfirmasi Pemkab Dairi dengan Pertamina, distribusi BBM ke Dairi masih normal, tidak ada pengurangan pasokan maupun kelangkaan BBM," katanya.
Pantauan MISTAR di lapangan menunjukkan antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU di Kecamatan Sidikalang. Kondisi tersebut telah berlangsung hampir setiap hari dalam sepekan terakhir, termasuk pada Selasa (9/6/2026).
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Dairi memastikan pasokan BBM ke wilayah tersebut tetap berjalan normal dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan.





















