Pembangunan Sekolah Rakyat di Asahan jadi Pintu Transformasi Sosial

Lahan pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Mutiara Kisaran. (Foto: Perdana/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengatakan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat di Asahan merupakan wujud nyata komitmen daerah mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
“Tidak boleh ada anak Asahan kehilangan masa depan hanya karena orang tuanya tidak mampu. Sekolah Rakyat menjadi jawaban agar pendidikan tetap inklusif dan berkeadilan,” ujar Taufik, Rabu (6/1/2026).
Menurutnya, program Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun gedung baru, tetapi juga menjadi pintu masuk transformasi sosial di Asahan.
Model pembelajaran akan dirancang modern, terbuka bagi seluruh lapisan, serta terhubung dengan berbagai layanan digital pemerintah sehingga ekosistem Sekolah Rakyat di Tahap II di Asahan dapat berjalan optimal.
Program ini digerakkan melalui sinergi lintas kementerian meliputi Kemendikdasmen, Kemendikti Sains dan Teknologi, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Kementerian Sosial (Kemensos).
Kemensos mengambil peran besar melalui intervensi sosial terpadu karena pendidikan ditempatkan sebagai strategi jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan, termasuk di lingkungan sekitar Sekolah Rakyat di Asahan yang akan dibangun.
“Sekolah ini diharapkan tidak hanya melahirkan pelajar berprestasi, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat sekitar, membuka akses jalan, serta menggerakkan ekonomi lokal di Kabupaten Asahan,” ujarnya.
Dari pantauan Mistar, rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Asahan akan berdiri di atas lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Bakrie Sumatera Plantation (BSP) Kisaran yang terletak di Jalan Madong Lubis, Kelurahan Mutiara, Kecamatan Kisaran Timur.
Kawasan tersebut dinilai cukup representatif karena berada dekat pusat permukiman dan mudah dijangkau warga Kota Pinang maupun sekitarnya.
Beberapa bulan terakhir, Pemkab Asahan telah menyiapkan infrastruktur pendukung menuju lokasi Sekolah Rakyat di Asahan.
Pada November 2025 lalu, sejumlah pedagang yang menempati lapak di sepanjang Jalan Budi Utomo Kisaran direlokasi agar jalur itu dapat difungsikan sebagai akses jalan baru. Pembukaan badan jalan ini menjadi langkah awal penting sebelum konstruksi sekolah dimulai tahun ini.
Sekolah Rakyat Tahap II sendiri telah masuk tahap konstruksi di berbagai daerah Indonesia dengan total 104 lokasi tersebar di 38 provinsi dan 66 kabupaten/kota. Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatat, secara nasional ada 47,9 juta pelajar pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang akan menjadi sasaran manfaat program tersebut, termasuk calon siswa Sekolah Rakyat di Asahan di Sumatera Utara. (hm20)






















