Friday, July 3, 2026
home_banner_first
SUMUT

Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies Meningkat, Dinkes Dairi Klaim Vaksin Kini Tersedia

Mistar.idJumat, 15 Mei 2026 pukul 18.37 WIB
kasus_gigitan_hewan_penular_rabies_meningkat_dinkes_dairi_klaim_vaksin_kini_tersedia_

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Kekosongan Vaksin Anti Rabies (VAR) di Kabupaten Dairi, menjadi sorotan warga setelah muncul keluhan terkait sulitnya mendapatkan vaksin bagi korban gigitan hewan penular rabies (GHPR).

Keluhan itu disampaikan salah seorang keluarga korban gigitan anjing peliharaan di Kecamatan Parbuluan melalui Grup WhatsApp Dairi Tangguh, Jumat (15/5/2026). Grup tersebut diikuti unsur Forkopimda Dairi dan pejabat Pemerintah Kabupaten Dairi.

“Mohon solusi, ada banyak kasus gigitan anjing di Dusun Sosor Baru, Desa Laehole, Kecamatan Parbuluan. Vaksin untuk hewan anjing menurut PPL sudah tidak ada beberapa bulan. Saat korban gigitan meminta VAR ke Puskesmas Rawat Inap Sigalingging Parbuluan, stok VAR tidak tersedia dan harus membayar sampai jutaan rupiah. Mohon atensi pihak terkait,” tulis warga tersebut.

Keluhan itu langsung diklarifikasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Dairi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Lois Oberlin Sihombing.

“Izin pimpinan Kadis Kesehatan dr Hendrik Manik. Menjawab ketersediaan vaksin rabies di Kabupaten Dairi, pada Selasa (12/5/2026) saya menjemput vaksin ke Dinas Kesehatan Provinsi. Saat ini tersedia 50 kuur atau untuk 50 pasien GHPR, sesuai laporan SMILE, dan disimpan di UPT Gudang Farmasi Kabupaten Dairi,” tulis Lois dalam grup tersebut.

Ia menjelaskan setiap bulan Kabupaten Dairi mendapat jatah 50 kuur vaksin rabies. Jika ada pihak yang meminta pungutan untuk vaksin rabies bermerek Rabivax, masyarakat diminta melaporkannya kepada Dinkes Dairi.

“Setiap pasien GHPR yang mendapatkan suntikan vaksin rabies harus melalui diagnosis dokter di puskesmas sesuai domisili dan diberikan secara gratis,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi Mistar terkait jumlah kasus GHPR, Lois mengungkapkan, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 577 kasus GHPR, dengan 574 korban mendapat suntikan VAR.

Sementara pada 2026 hingga April, jumlah kasus sudah mencapai 225 kasus dan sebanyak 181 korban telah menerima suntikan VAR. Kasus tersebut didominasi gigitan anjing dan kucing.

Lois menambahkan sejak Januari 2024, stok VAR dan vaksin imunisasi di Dinkes Dairi ditempatkan di Gudang Farmasi dengan sistem one gate policy.

“Melihat tingginya kasus GHPR di Dairi, kami mendapat tambahan kuota menjadi 50 kuur VAR per bulan. Sebelumnya hanya 30 kuur per bulan, dengan isi empat vial per kuur,” katanya.

Pada kesempatan itu, Lois juga mengimbau masyarakat khususnya pemilik hewan penular rabies, agar rutin memvaksin hewan peliharaannya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala rabies pada hewan, seperti suka menggigit dan menyerang secara tiba-tiba, takut cahaya, mengeluarkan banyak air liur, dan sering mengerang.

Sebelumnya, penanggung jawab kasus rabies di Puskesmas Sigalingging, Rotua Purba, mengakui stok VAR sempat kosong di Gudang Farmasi saat korban datang untuk berobat.

“Terkait kronologi pasien gigitan hewan rabies, sebelumnya pasien mendatangi bidan desa dan menyampaikan ada warga tergigit anjing yang kemudian mati. Kebetulan saat itu VAR sedang kosong di Gudang Farmasi, sehingga bidan menyarankan pasien mencari VAR dari luar Dinkes,” kata Rotua.

Ia menambahkan sejak awal 2026, jumlah kasus GHPR di wilayah kerja Puskesmas Sigalingging mencapai 32 kasus, dengan 21 korban telah menerima suntikan VAR.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN