18 Warga Buleleng Digigit Anjing Mengamuk, Diduga Terinfeksi Rabies

Ilustrasi anjing mengamuk diduga terinfeksi rabies. (iStockphoto/tverkhovinets)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Sebanyak 18 warga di Kelurahan Banyuning, Kabupaten Buleleng, Bali, menjadi korban gigitan seekor anjing yang mengamuk dan diduga terinfeksi rabies.
Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Putu Mahendra, mengatakan para korban telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (23/4).
Ia menjelaskan, kejadian ini pertama kali diketahui dari unggahan warga di media sosial yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lapangan.
“Kronologinya berawal dari postingan warga, lalu kami lakukan pengecekan. Kejadian berlangsung sejak pagi dan terus bertambah hingga malam,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Dari hasil penelusuran, anjing tersebut dilaporkan menggigit warga di sejumlah titik, mulai dari kawasan Jalan Pulau Samosir, Jalan Pulau Komodo, hingga area permukiman warga.
Anjing yang diduga menyerang warga merupakan anjing campuran (mix) berukuran kecil hingga sedang dan diduga merupakan hewan peliharaan. Hingga kini, petugas masih melakukan pencarian terhadap anjing tersebut.
“Sejak pagi kami sudah melakukan penelusuran, namun belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan hingga malam bersama warga,” kata Putu Mahendra.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Sucipto, memastikan seluruh korban telah mendapatkan vaksin anti-rabies (VAR) di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Semua korban sudah divaksin anti-rabies dan tidak ada yang masuk kategori risiko tinggi,” ujarnya.
Ia merinci, dari total 18 korban, dua di antaranya merupakan anak-anak berusia 10 tahun dan 5 tahun. Sebagian besar korban mengalami luka gigitan di bagian kaki dan tangan.
Seluruh korban telah mendapatkan penanganan di beberapa fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas Buleleng 1, Puskesmas Buleleng 3, serta RSU Giri Emas.




















