Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Bocah 8 Tahun di Cianjur Diserang Gerombolan Anjing Liar Saat Pulang Sekolah

Mistar.idJumat, 30 Januari 2026 17.29
journalist-avatar-top
bocah_8_tahun_di_cianjur_diserang_gerombolan_anjing_liar_saat_pulang_sekolah

Gerombolan anjing liar. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Cianjur, MISTAR.ID

Seorang bocah berinisial CS, 8 tahun, di Kampung Cilimus, Desa Mekkarjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, mengalami luka serius setelah diserang delapan ekor anjing liar, Kamis (29/1/2026). Korban sempat tidak sadarkan diri akibat serangan tersebut.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, korban terlihat digendong warga dengan kondisi tubuh penuh luka gigitan di bagian perut, tangan, dan kaki, disertai darah yang mengalir.

Kepala Desa Mekarjaya, Ahmad Saepudin, mengatakan peristiwa itu terjadi saat korban berjalan kaki pulang dari sekolah menuju rumahnya. Tanpa diduga, sekelompok anjing liar yang berada di sekitar jalur tersebut langsung menyerang.

“Korban sempat mencoba melarikan diri, tetapi terjatuh dan kemudian terus diserang,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Serangan baru berhenti setelah seorang warga yang melintas berusaha menghalau kawanan anjing tersebut. Namun, anjing-anjing itu sempat kembali dan mencoba menyerang warga yang menolong korban.

Akibat kejadian tersebut, CS mengalami luka robek serius, terutama di bagian kepala yang harus dijahit beberapa kali, serta luka gigitan di perut, tangan, dan kaki. Korban awalnya dibawa ke Puskesmas Campaka sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Sayang karena kondisi luka yang cukup parah.

Kepala Puskesmas Campaka, Tito Nurtansah, menyebut korban mengalami banyak luka terbuka akibat gigitan anjing, termasuk di kepala yang memerlukan jahitan. “Karena luka cukup banyak dan serius, pasien kami rujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan,” katanya.

Kepala Instalasi Humas RSUD Sayang, Raya Sandi, mengatakan korban telah mendapatkan tindakan medis berupa penjahitan luka dan pemberian obat pereda nyeri. “Kondisi pasien kini membaik dan sudah diperbolehkan pulang, namun tetap dalam pemantauan,” ucapnya.

Usai kejadian, warga setempat memburu dan memusnahkan kawanan anjing liar tersebut karena khawatir akan kembali menyerang warga, khususnya anak-anak. Menurut aparat desa, anjing-anjing tersebut diduga menyerang karena kelaparan dan tidak menunjukkan ciri-ciri rabies.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN