268 Siswa Terdampak Keracunan MBG di Berastagi, Begini Pengakuan Orang Tua

Siswa yang mengalami keracunan makanan saat dirawat di RSU Amanda. (foto: abay/mistar).
Karo, MISTAR.ID - Sejumlah orang tua siswa yang diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, mengungkap kondisi makanan yang disantap anak mereka sebelum mengalami gejala, Kamis (13/8/2026).
Adi Tarigan, orang tua siswa SMAN 1 Berastagi, mengatakan anaknya mengeluhkan lauk ikan dencis yang terasa pahit serta nasi yang beraroma tidak sedap.
"Pengakuan anak saya, dirinya ikut menyantap makanan tersebut lantaran lapar. Menu ikan dencis sambalnya sudah tidak layak, terasa pahit, serta nasinya juga sudah beraroma tidak sedap," kata Adi.
Tak lama setelah menyantap MBG tersebut, anaknya mengalami muntah dan, menurut Adi, menunjukkan gejala seperti alergi hingga harus mendapatkan perawatan di RSU Amanda Berastagi.
Kesaksian serupa disampaikan J Surbakti, orang tua siswa SMA Bersama Berastagi. Ia mengetahui anaknya, Fika, dirawat setelah mendapat telepon langsung dari sang anak.
Menurut Surbakti, anaknya mengaku lauk ikan dencis sarden gulai yang disantap terasa sudah tidak bagus. Nasi yang disajikan juga disebut tidak layak, tetapi tetap dikonsumsi.
"Saat saya dampingi di ruang inap, dia masih mengeluhkan sakit di bagian lambung dan sudah mendapat infus dari dokter Rumah Sakit Amanda," ujarnya.
MBG yang dikonsumsi siswa SMAN 1 Berastagi dan SMA Bersama disebut berasal dari dapur di Desa Raya, Kecamatan Berastagi. Program tersebut disebut baru menyalurkan makanan ke sejumlah sekolah sejak Senin (10/8/2026).
Terpisah, Direktur RSU Amanda Berastagi David Leo Ginting mengatakan sebanyak 122 siswa tercatat mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.
Bupati Karo Antonius Ginting yang meninjau langsung kondisi para siswa menyebut jumlah keseluruhan siswa terdampak mencapai sekitar 268 orang.
Antonius bersama Kapolres Karo dan Dandim 0205/TK juga mendatangi rumah sakit yang menangani para siswa.
Menurut Antonius, siswa yang dirawat tidak menunjukkan gejala keracunan berat. Sebagian diperkirakan dapat segera pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
"Begitu juga korban yang berada di Rumah Sakit Amanda, tidak ada yang mengalami gejala keracunan berat. Secepatnya akan dapat pulang usai mendapat perawatan intensif oleh para dokter," katanya.
Antonius sebelumnya juga mengecek kondisi siswa yang mendapatkan perawatan di RSU Efarina. Menurutnya, para siswa telah mendapatkan penanganan medis.
Hingga Kamis malam, sejumlah personel Polres Karo dan Kodim 0205/TK masih berada di rumah sakit yang menangani para siswa terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan makanan yang dikonsumsi para siswa. (*)

























