Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Insiden di Vihara Thai Seng Hut Co Berakhir Damai, Disepakati Komitmen Bersama

Mistar.idKamis, 5 Maret 2026 pukul 08.32 WIB
insiden_di_vihara_thai_seng_hut_co_berakhir_damai_disepakati_komitmen_bersama

Pengurus vihara dan warga saat mediasi guna bermusyawarah demi menjaga toleransi antarumat beragama di Kecamatan Binjai Barat. (Foto: Bayu/Mistar)

news_banner

Binjai, MISTAR.ID

Proses mediasi terkait insiden suara petasan di Vihara Thai Seng Hut Co akhirnya ditandai dengan kesepakatan damai bersama warga Lingkungan III Bandar Senembah dan pihak vihara, Rabu (4/3/2026).

Mediasi yang difasilitasi unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Binjai Barat tersebut digelar di Aula Kantor Lurah Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat.

Dalam berita acara disebutkan bahwa telah dilakukan pembahasan secara menyeluruh terhadap persoalan yang terjadi. Seluruh peserta rapat menyepakati sejumlah poin keputusan sebagai hasil musyawarah bersama.

Salah satu poin penting adalah komitmen kedua belah pihak untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Pihak vihara, Hadyanto, juga mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian bila akan menggelar perayaan yang dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yakni satu perayaan Imlek dan dua perayaan ulang tahun dewa.

“Setiap perayaan besar memang kami selalu berkoordinasi dan meminta izin ke pihak berwajib,” kata Hadyanto. Ia juga menyebut akan meminta izin kepada warga setempat yang tinggal di dekat vihara.

Dalam kesempatan itu, Hadyanto juga memperlihatkan daftar tanda tangan ratusan warga yang berasal dari Lingkungan III dan IV yang mendukung perayaan Imlek, termasuk penyalaan kembang api dan petasan di lingkungan vihara pada perayaan Imlek beberapa hari lalu. Empat di antaranya adalah Amin dan Suryani, warga Jalan Rambutan, Lingkungan IV, serta Giyem dan Ramli, warga Jalan Kelengkeng, Lingkungan III.

Sementara itu, Camat Binjai Barat, Romi, mengatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan wujud komitmen bersama antara pihak vihara dan warga Lingkungan III untuk saling menghormati kegiatan yang dilaksanakan sesuai aturan, guna menjaga kerukunan umat beragama serta merawat toleransi yang telah terjalin dengan baik di Kota Binjai.

“Kami sudah mendengar seluruh masukan dari lintas sektoral Muspika dan dinas terkait. Kita harus tetap saling menghormati dan merawat toleransi umat beragama di Kota Binjai,” ujarnya.

Berita acara tersebut ditandatangani oleh perwakilan warga, pengurus vihara, unsur Forkopimcam, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta perwakilan Kementerian Agama. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN