Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

BUMD Nias Barat Garap 11 Hektare Sawah Terlantar, Dorong Produktivitas dan PAD

Mistar.idKamis, 26 Februari 2026 pukul 20.09 WIB
bumd_nias_barat_garap_11_hektare_sawah_terlantar_dorong_produktivitas_dan_pad

Direktur BUMD Nias Barat Tolosokhi dan beberapa Direksi bersama Kadis Pertanian Nias Barat, Eka Lomboe, saat memantau sawah Bihara di Desa Lolomboli. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Nias Barat, MISTAR.ID

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Nias Barat mencanangkan rencana pengembangan lahan sawah terlantar seluas kurang lebih 11 hektare di Desa Lolomboli, Kecamatan Mandrehe Utara.

Pencanangan tersebut ditandai dengan kegiatan survei lapangan yang dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026. Tim dari Dinas Pertanian bersama jajaran BUMD turun langsung meninjau lokasi persawahan yang telah sekitar lima tahun tidak digarap oleh pemiliknya.

Kepala Dinas Pertanian Nias Barat, Eka Lomboe, menyampaikan bahwa pengembangan lahan ini direncanakan menggunakan bibit unggul dengan pendekatan pengelolaan yang lebih terencana dan berbasis praktik budi daya pertanian yang lebih mutakhir.

“Selain mengaktifkan kembali lahan yang tidak produktif, program ini juga diarahkan pada penerapan pola budi daya yang lebih baik, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih, hingga perawatan tanaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat Desa Lolomboli. Melalui pendampingan dan keterlibatan langsung dalam proses budi daya, warga diharapkan dapat menambah pengetahuan serta meningkatkan keterampilan bertani sehingga hasil produksi ke depan dapat lebih optimal.

Direktur BUMD Nias Barat, Tolosokhi Halawa, menjelaskan bahwa program tersebut menjadi salah satu arah pengembangan unit usaha BUMD di sektor pertanian. BUMD Nias Barat sendiri baru dibentuk pada September 2025 dan mulai menyusun langkah konkret penguatan usaha produktif daerah.

Menurutnya, optimalisasi lahan tidur melalui pengelolaan yang lebih profesional dan terstruktur berpotensi mendorong aktivitas ekonomi masyarakat serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan tetap memperhatikan kesiapan teknis dan kerja sama dengan pemilik lahan.

Program ini juga sejalan dengan arah pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Eliyunus Waruwu dalam penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Tahapan selanjutnya akan difokuskan pada penyusunan rencana teknis dan mekanisme pengelolaan sebelum memasuki tahap realisasi. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN