Amanat Bupati Dairi: Pembangunan Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

Bupati Dairi Vickner Sinaga diacara HUT Ke-81 RI di Stadion Utama Sidikalang. (Foto:Heppy Julius Manurung/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID (18/8/2026) - Amanat Bupati Dairi, Vickner Sinaga, sejak menjabat dibacakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Dairi pascaupacara HUT ke-81 RI.
Ini bunyi poin-poin amanat Bupati Dairi secara tertulis yang diperoleh Mistar dari Protokoler dan sejumlah camat, Selasa (18/8/2026).
Dalam memperingati HUT ke-81 RI, dengan tema: "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur."
Untuk Kabupaten Dairi, tema ini harus kita wujudkan dalam kerja nyata. Berdaulat berarti kita mampu berdiri di atas kekuatan dan potensi kita sendiri. Adil berarti pembangunan dan pelayanan dirasakan oleh seluruh masyarakat. Dan makmur berarti masyarakat memiliki kesempatan untuk bekerja, berusaha dan meningkatkan kesejahteraannya.
Hal ini sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Dairi tahun 2025-2029, mewujudkan masyarakat Dairi sejahtera dan berdaya saing dengan pemerataan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Dairi memiliki sekitar 336.403 jiwa penduduk, oleh karena itu, pembangunan tidak boleh hanya berbicara tentang angka dan proyek pembangunan, harus berbicara tentang kehidupan masyarakat.
Tentang petani yang ingin hasil panennya lebih baik. Tentang orang tua yang ingin anaknya sehat dan berpendidikan. Tentang anak muda yang membutuhkan pekerjaan. Tentang pelaku UMKM yang ingin usahanya berkembang dan tentang masyarakat yang mengharapkan jalan, pelayanan dan infrastruktur yang semakin baik.
Sejumlah indikator pembangunan Dairi menunjukkan perkembangan yang positif, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Dairi tahun 2025.
Yaitu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 76,68 poin, angka kemiskinan 6,98 persen, pertumbuhan ekonomi 4,52 persen, PDRB per kapita sekitar Rp40,48 juta, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 1,21 persen dari 1,43 persen pada tahun 2024, artinya, pengangguran turun 0,22 persen.
Karena di balik setiap angka masih ada masyarakat yang harus kita perjuangkan, dan pertumbuhan ekonomi harus menciptakan lapangan pekerjaan, pembangunan harus membuka peluang usaha dan kebijakan pemerintah harus benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam bidang pendidikan terus meningkatkan kualitas guru, sarana pendidikan, keterampilan dan kesempatan bagi generasi muda, anak-anak Dairi tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan dan keberanian untuk bersaing.
Dalam bidang kesehatan, Dairi telah mencapai UHC 100 persen dan menerima UHC Award Tahun 2026. Tujuannya adalah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah dan bermutu. Juga terus mendukung Program Makanan Bergizi Gratis, yang saat ini 36 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dengan penerima manfaat sekitar 85.387 jiwa, terdiri dari balita, ibu hamil, ibu menyusui dan anak sekolah, dan ini investasi bagi generasi masa depan Dairi.
"Kita menyadari bahwa infrastruktur masih menjadi pekerjaan besar. Jalan, jembatan, irigasi, air minum dan sanitasi harus terus kita tingkatkan. Dengan keterbatasan anggaran, kita harus bekerja berdasarkan prioritas dan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Panjang jalan 1.608 kilometer (km) dengan kondisi mantap pada awal tahun 2026. Sepanjang 833 km atau 51,8 persen. Tahun 2026 akan melaksanakan pemeliharaan dan pembangunan jalan sepanjang lebih kurang 50 km yang tersebar pada seluruh kecamatan.
Awal tahun 2027, kondisi jalan mantap menjadi sepanjang 883 km atau 54,91 persen. Pemkab akan tetap berupaya agar kondisi jalan dari tahun ke tahun akan terus meningkat.
Pemkab Dairi dalam tahun ini juga akan melaksanakan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sebanyak 24 titik dalam rangka mengatasi terjadinya bencana longsor. Di samping itu juga akan melakukan pembangunan dan pemeliharaan drainase sepanjang 151,90 meter. Pembangunan jalan belum selesai, masih banyak yang harus dikerjakan. Sehingga pemerintah terus bergerak, mencari dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, serta membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat.
Menghidupkan budaya semangat gotong royong melalui Jalan Tanpa Genangan Air (Jatagena) melalui partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
Dairi adalah daerah agraris, karena itu kesejahteraan juga harus dibangun melalui kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.
Dairi mendapat dukungan pembangunan jaringan irigasi yang sedang berjalan untuk pengembangan padi gogo seluas 1.000 hektare, disertai dukungan alat, bibit dan penguatan ekosistem pertanian.
Pemkab juga mendorong pengembangan cabai merah, bawang merah, kentang, ubi jalar dan komoditas unggulan lainnya. Tetapi kita tidak ingin berhenti pada produksi, harus bergerak menuju hilirisasi dari produksi, pascapanen, pengolahan, permodalan hingga pemasaran.
Petani harus mendapatkan nilai tambah. Hasil pertanian harus semakin banyak diolah di Dairi dan semakin banyak lapangan pekerjaan yang tercipta di daerah.
Pemerintah juga terus memperkuat UMKM dan ekonomi lokal melalui pelatihan, pendampingan, penguatan kemasan, legalitas dan pemasaran. Seperti yang telah dilaksanakan, memberikan pelatihan keterampilan dan berhubungan langsung dengan dunia kerja, termasuk pelatihan barista kopi bagi pencari kerja.
Dalam semangat kesetiakawanan sosial, terus memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tertinggal. Pemkab Dairi bersinergi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui UPT Sentra Insyaf Medan. Sejak Agustus 2025 hingga Agustus 2026, sebanyak 185 penyandang disabilitas telah menerima bantuan dan atensi melalui kluster disabilitas yang merupakan wujud nyata bahwa pembangunan hadir bagi semua, memberikan kesempatan yang setara dan mendorong masyarakat yang membutuhkan untuk semakin mandiri dan berdaya.
Kemajuan tidak boleh mengorbankan lingkungan. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Dairi punya hubungan dengan pegunungan, sungai, dan tanah yang subur dan harus terus dijaga.
"Melalui gerakan Merawat Bumi, sampai awal Agustus 2026 telah ditanam sekitar 136.929 pohon, menuju target satu juta pohon. Ini adalah investasi untuk menjaga sumber air, mencegah longsor, menjaga hutan dan mewariskan lingkungan yang baik kepada anak cucu kita, karena itu mari rawat bumi bersama," katanya.
Kabupaten Dairi telah mempertahankan Opini WTP sebanyak 12 kali. Kita juga memperoleh Predikat Informatif Komisi Informasi Award 2025, apresiasi Program Pajak Non-Tunai Terbaik dari Bank Indonesia, serta berbagai penghargaan di bidang reformasi hukum pada tahun 2026. Pada 25 April 2026, Pemerintah Kabupaten Dairi juga menerima penghargaan atas keberhasilan dalam menurunkan tingkat pengangguran, sekaligus memperoleh dana apresiasi sebesar Rp1 miliar. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja bersama yang kita lakukan mulai menunjukkan hasil, sekaligus menjadi motivasi untuk terus membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Dairi.
Memasuki tahapan berikutnya, kita harus bekerja lebih cepat, lebih tepat dan lebih kolaboratif. Fokus kita adalah mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat pertanian dan hilirisasi, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan perlindungan sosial, memperbaiki pelayanan pemerintahan serta menjaga lingkungan.
Tetapi pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Pemkab mengajak seluruh ASN untuk bekerja dengan integritas dan hati. Kepada para camat dan kepala desa, teruslah turun ke masyarakat. Kepada para petani dan pelaku UMKM, teruslah berinovasi. Kepada para tokoh agama dan tokoh adat, mari kita jaga persatuan. Dan kepada generasi muda Dairi, jangan takut bermimpi besar. Masa depan Dairi ada di tangan kita bersama. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Polda Sumut Berangkatkan 25 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT





















