Monday, June 29, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Wisatawan Keluhkan Pungli Parkir Rp30 Ribu di Danau Toba

Mistar.idSenin, 29 Juni 2026 pukul 11.39 WIB
wisatawan_keluhkan_pungli_parkir_rp30_ribu_di_danau_toba

RTP Pelabuhan Atsari Parapat di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. (Foto: Indra/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID - Dugaan pungutan liar (pungli) parkir kembali mencoreng kawasan wisata Danau Toba di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Sejumlah wisatawan mengaku dipatok tarif parkir hingga Rp30 ribu per mobil tanpa disertai karcis resmi.

Keluhan itu disampaikan Budi, warga Dolok Batu Nanggar, usai berlibur bersama keluarganya ke kawasan Ruang Terbuka Publik (RTP) Pelabuhan Atsari Parapat pada Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, setibanya di lokasi, seorang warga yang mengaku sebagai petugas parkir langsung meminta uang parkir sebesar Rp30 ribu untuk satu mobil.

"Ada pungli di Pelabuhan Atsari Parapat. Satu mobil diminta Rp30 ribu. Kami ke sana membawa keluarga untuk liburan anak-anak," ujar Budi, Senin (29/6/2026).

Budi menilai tarif tersebut sangat memberatkan, terlebih tidak ada karcis atau bukti pembayaran yang diberikan kepada pengunjung.

"Kalau seperti ini terus, wisatawan pasti jera datang ke Parapat. Kami tidak keberatan membayar parkir, tapi harus sesuai aturan dan ada karcisnya," katanya.

Pengalaman serupa juga dialami Andi yang datang bersama rombongan keluarganya menggunakan tiga mobil. Meski sempat memprotes besaran tarif, mereka akhirnya memilih membayar demi menghindari keributan.

"Kami datang dengan tiga mobil. Sempat protes, tapi karena membawa keluarga, malas ribut. Akhirnya terpaksa dibayar juga," ucapnya.

Menurut Andi, praktik seperti itu justru memberikan kesan buruk bagi wisatawan yang hendak menikmati keindahan Danau Toba.

"Efeknya buruk. Orang jadi trauma dan berpikir dua kali untuk datang lagi ke Parapat," ujarnya.

Keduanya berharap pemerintah daerah bersama aparat terkait segera menertibkan praktik parkir yang diduga tidak sesuai ketentuan tersebut. Mereka menilai kenyamanan dan rasa aman wisatawan harus menjadi prioritas, terlebih Parapat merupakan salah satu pintu gerbang utama menuju Destinasi Super Prioritas Danau Toba.

"Kami hanya ingin parkir yang wajar dan resmi. Jangan sampai ulah segelintir orang membuat citra pariwisata Danau Toba rusak," kata Budi. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN