Usai Keracunan MBG di Asahan dan Karo, Dapur SPPG Siantar Diperketat

Puluhan siswa MTS Negeri 2 Kisaran saat mendapat perawatan di IGD rumah sakit mengalami keluhan mual dan muntah usai konsumsi MBG beberapa waktu lalu. (Foto: Perdana/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Usai kasus keracunan massal yang diduga dari Makan Bergizi Gratis (MBG) di Asahan dan Karo, Kota Pematangsiantar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memperketat pengawasan pada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Fokus utama pengawasan yakni mewajibkan kebersihan dapur seluruh pengelola, dan juru masak wajib menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) setiap hari.
Kepala Dinkes Pematangsiantar, Urat H. Simanjuntak, mengatakan pihaknya meningkatkan pengawasan dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh dapur SPPG tetap disiplin.
“Kami fokus pada pembinaan dan pengawasan yang rutin ke tiap SPPG di Pematangsiantar,” kata Urat saat dihubungi, Sabtu (19/9/2026).
Masalah yang dihadapi di lapangan juga tidak bisa dianggap remeh. Setiap beberapa waktu, pekerja dapur di SPPG sering berganti. Jika tidak langsung dibekali pelatihan dan pemahaman mengenai keamanan pangan, standar kebersihan bisa saja turun tanpa disadari.
“Pegawai SPPG ini kan sering berganti-ganti. Makanya, setiap ada pekerja baru yang belum punya sertifikasi, langsung kami minta ikut pelatihan ulang soal keamanan pangan,” tegasnya.
Dinkes menegaskan, pengawasan mereka tidak hanya sekadar formalitas. Mulai dari proses pengolahan, pemilihan bahan baku hingga distribusi makanan, semua rutin diperiksa agar risiko kontaminasi benar-benar ditekan serendah mungkin. (hm25)







































