Peternak Simalungun Diminta Tenang, Pemkab Pastikan Belum Ada Kasus Virus Babi

Ilustrasi virus. (foto: shutterstock/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Kekhawatiran muncul di kalangan peternak babi di sejumlah wilayah Kabupaten Simalungun setelah beredar kabar dugaan serangan virus pada ternak. Beberapa peternak di Nagori Tiga Bolon, Kecamatan Sidamanik, bahkan memilih memotong ternak lebih cepat dari jadwal panen seharusnya pada Desember.
Langkah ini diambil karena takut virus menyerang ternak mereka. Sejumlah peternak mengaku was-was setelah mendengar gejala mirip African Swine Fever (ASF) muncul di beberapa daerah.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Simalungun, Resna Siboro, menegaskan hingga saat ini belum ada laporan resmi dari lapangan maupun masyarakat terkait kasus tersebut.
“Sampai sekarang belum ada laporan dari tim di lapangan, begitu juga laporan dari warga,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Resna meminta masyarakat tidak panik dan segera melapor jika menemukan gejala pada ternak, seperti demam tinggi, lemas, atau perubahan perilaku. “Kalau ada informasi, bagus. Kita bisa langsung cek ke lokasi,” katanya.
Ia menambahkan, informasi mengenai dugaan gejala ASF di Dolok Silau, yang dilaporkan menyebabkan satu ekor babi mati, masih harus diverifikasi. “Informasinya gejala ASF, tapi tim kami belum turun ke sana. Kami akan pastikan lagi,” ucapnya.
Menurut Resna, sebelumnya memang ditemukan kasus ASF di luar Simalungun, tepatnya di Deli Serdang dan Lubuk Pakam, tetapi hingga kini tidak ada temuan serupa di Simalungun.
Pemkab Simalungun mengimbau peternak tetap tenang dan tidak mengambil langkah terburu-buru sebelum ada hasil pemeriksaan resmi. Tim kesehatan hewan siap turun ke lokasi begitu laporan valid diterima. (hm24)






















