BMKG Keluarkan Peringatan Ekstrem, Pelayaran Tigaras–Simanindo Tetap Berjalan Aman

Aktivitas penyeberangan Danau Toba di pelabuhan Tigaras, Simalungun. (foto: indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Pelayaran kapal fery di lintasan Tigaras–Simanindo tetap berjalan normal meskipun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan cuaca untuk wilayah Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Simalungun. Kepastian ini disampaikan Kepala Pelabuhan Tigaras, Bendro purba, Selasa (25/11/2025).
Menurut Bendro, seluruh aktivitas pelayaran masih berlangsung lancar tanpa gangguan berarti. Ia menegaskan pihak pelabuhan tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi angin kencang dan gelombang tinggi di kawasan Danau Toba saat cuaca ekstrem.
"Tidak ada kendala, perjalanan kapal lancar. Tidak ada gangguan akibat cuaca. Kalau pun ada, pasti langsung kita berhentikan, kita tunda pelayaran," ujarnya.
Ia menambahkan, petugas pengawas pelabuhan terus memantau kondisi cuaca dari laporan BMKG serta melakukan pemeriksaan rutin pada operator kapal. Setiap kapal hanya diizinkan berlayar setelah dipastikan layak operasi dan memenuhi standar keselamatan.
Selain itu, pengelola pelabuhan juga mengimbau penumpang agar tetap mengikuti arahan petugas. Hingga Senin siang, seluruh jadwal penyeberangan tetap berlangsung normal.
Sementara itu, dalam rilis resminya, BMKG Wilayah I Medan mengidentifikasi sejumlah faktor global yang memicu cuaca ekstrem di Sumut. Kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) negatif diperkirakan masih berlangsung hingga Desember 2025, menambah asupan uap air di wilayah Sumatera Utara. Gelombang atmosfer juga terpantau aktif sehingga berpotensi meningkatkan curah hujan.
BMKG juga mendeteksi sistem tekanan rendah (95B) di sekitar Selat Malaka yang memicu pertemuan angin dan belokan angin signifikan. Kombinasi faktor tersebut mendukung pembentukan awan Cumulonimbus (CB) yang dapat menyebabkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Kelembapan udara yang sangat tinggi di wilayah Sumut turut memperkuat potensi hujan intensitas lebat hingga sangat lebat, termasuk di wilayah Simalungun.
Dengan akan meningkatnya aktivitas wisata menjelang akhir tahun, pengawasan keselamatan pelayaran Tigaras-Simanindo disebut akan terus ditingkatkan, termasuk kesiapsiagaan tim dan koordinasi lintas instansi apabila terjadi situasi darurat. (hm24)
PREVIOUS ARTICLE
Angkatan Kerja Pematangsiantar Naik, TPT 2024 Turun Tipis




















