AI Agent: Setelah Chatbot, Apa yang Akan Mengambil Alih Pekerjaan Kita?

Ilustrasi, AI Agent: Setelah Chatbot, Apa yang Akan Mengambil Alih Pekerjaan Kita? (foto:gemini/mistar)
5. Bookkeeping dan pekerjaan akuntansi rutin
Rekonsiliasi transaksi, kategorisasi pengeluaran, pembuatan laporan sederhana dan pemeriksaan dokumen dapat semakin banyak dibantu AI.
WEF memasukkan accounting and auditing serta berbagai pekerjaan clerical dalam kelompok pekerjaan yang mengalami tekanan akibat AI dan teknologi pemrosesan informasi.
6. Penerjemah untuk pekerjaan sederhana
AI generatif sudah mampu menerjemahkan banyak jenis teks. Dengan kemampuan agent, prosesnya dapat berkembang dari sekadar menerjemahkan menjadi membaca dokumen, menerjemahkan, memformat ulang dan mengirim hasilnya.
Namun, pekerjaan yang membutuhkan pemahaman budaya, konteks hukum, negosiasi dan interpretasi mendalam masih membutuhkan manusia.
7. Penyusun laporan rutin
Laporan penjualan mingguan, ringkasan operasional, laporan performa kampanye hingga laporan internal dapat dibuat dengan mengambil data dari beberapa sistem sekaligus.
8. Junior research dan information gathering
AI agent dapat mencari sumber, mengumpulkan data, membandingkan informasi dan menyusun draft laporan. Peran manusia kemudian bergeser ke verifikasi, penilaian kualitas sumber dan pengambilan kesimpulan.
9. Desain grafis sederhana
Pembuatan materi visual berulang seperti banner, variasi iklan, gambar media sosial dan materi promosi standar semakin mudah dilakukan AI.
WEF bahkan memasukkan graphic designers sebagai salah satu pekerjaan yang mulai muncul dalam daftar pekerjaan yang diproyeksikan mengalami penurunan, seiring meningkatnya kemampuan GenAI dalam pekerjaan pengetahuan.
10. Pekerjaan back-office berbasis workflow
Ini mungkin kelompok yang paling menarik.
Bukan satu profesi tertentu, melainkan pekerjaan yang terdiri dari banyak langkah digital: menerima permintaan, mencari data, mengisi sistem, membuat dokumen, mengirim email, melakukan follow-up dan memperbarui status.
Semakin jelas workflow-nya, semakin mudah sebagian besar proses tersebut didelegasikan kepada agent.
Pekerjaan Yang Justru Makin Bernilai
Kalau begitu, apakah manusia akan kehilangan pekerjaan?
Jawabannya tidak sesederhana itu.
ILO menilai AI lebih mungkin meningkatkan kemampuan manusia dan produktivitas dalam banyak pekerjaan daripada menyebabkan otomatisasi penuh. Artinya, perubahan terbesar kemungkinan terjadi pada isi pekerjaan, bukan sekadar jumlah profesi yang hilang.
Justru karena AI mengambil alih eksekusi, beberapa kemampuan manusia bisa menjadi lebih mahal.
Pertama, pengambilan keputusan.
AI dapat memberikan banyak pilihan. Tetapi siapa yang menentukan pilihan mana yang benar?
Keputusan bisnis tetap membutuhkan konteks, tanggung jawab dan pemahaman terhadap risiko.
Kedua, leadership.
Ketika satu orang dapat mengelola lima atau sepuluh AI agent sekaligus, kemampuan memberikan arah menjadi lebih penting daripada kemampuan melakukan setiap tugas secara manual.
Ketiga, kreativitas dan strategi.
AI dapat menghasilkan ratusan ide. Manusia tetap dibutuhkan untuk menentukan ide mana yang layak dibangun dan mengapa.
Keempat, pekerjaan yang membutuhkan hubungan manusia.
Dokter, perawat, guru, konsultan, negosiator, sales, pemimpin dan berbagai profesi yang membutuhkan kepercayaan serta interaksi manusia tidak otomatis menjadi tidak relevan.
Kelima, pekerjaan yang berhubungan dengan dunia fisik.
PREVIOUS ARTICLE
Fenomena Langit September 2026 yang Bisa Diamati dari Indonesia























