Tuesday, September 1, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

AI Agent: Setelah Chatbot, Apa yang Akan Mengambil Alih Pekerjaan Kita?

Mistar.idRabu, 2 September 2026 pukul 06.30 WIB
ai_agent_setelah_chatbot_apa_yang_akan_mengambil_alih_pekerjaan_kita

Ilustrasi, AI Agent: Setelah Chatbot, Apa yang Akan Mengambil Alih Pekerjaan Kita? (foto:gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (2/9/2026) — Dulu, ketika orang berbicara tentang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), gambaran yang muncul mungkin sebatas chatbot yang bisa menjawab pertanyaan, merangkum dokumen, atau membantu menulis email.

Kini, arah perkembangannya mulai berubah.

AI tidak lagi hanya menunggu manusia memberikan perintah lalu menghasilkan jawaban. Generasi baru AI yang disebut AI agent dirancang untuk dapat mengerjakan rangkaian tugas secara lebih mandiri, tetapi tingkat otonomi dan keandalannya masih sangat bergantung pada sistem, tools, data, serta pengawasan manusia.

Sederhananya, chatbot memberi jawaban. Copilot membantu manusia bekerja. Sementara AI agent mulai diberi kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan.

IBM mendefinisikan AI agent sebagai sistem yang dapat menjalankan tugas secara otonom dengan merancang workflow menggunakan berbagai tools. Kemampuannya tidak terbatas pada percakapan, tetapi juga mencakup pengambilan keputusan, pemecahan masalah, serta interaksi dengan lingkungan eksternal.

Bayangkan seorang karyawan cukup mengatakan: "Cari data penjualan tiga bulan terakhir, analisis produk yang mengalami penurunan, buat laporan, masukkan hasilnya ke spreadsheet, kemudian kirimkan ringkasannya kepada manajer."

Pada era chatbot, AI mungkin membantu membuat analisis atau menulis email.

Pada era AI agent, targetnya adalah AI yang dapat melakukan seluruh rangkaian pekerjaan tersebut.

Dan di sinilah pertanyaan yang lebih besar muncul.

Jika AI dapat mengerjakan tugas kantor dari awal sampai akhir, manusia nantinya bekerja sebagai apa?

Dari Chatbot Menjadi Pekerja Digital

Perubahan ini sebenarnya tidak terjadi dalam satu malam.

Tahap pertama adalah chatbot. Manusia bertanya, AI menjawab.

Tahap berikutnya adalah copilot. AI berada di samping manusia untuk membantu menulis, menganalisis data, membuat presentasi, melakukan coding, atau mencari informasi.

Tahap berikutnya adalah agent.

AI tidak sekadar membantu satu tugas, tetapi dapat diberi tujuan dan menjalankan serangkaian tindakan untuk mencapainya.

Microsoft dalam Work Trend Index menggambarkan evolusi ini dalam tiga tahap: AI sebagai asisten, kemudian menjadi rekan kerja digital yang menangani tugas tertentu, dan akhirnya mengelola sebagian besar pekerjaan eksekusi sementara manusia menentukan arah serta melakukan intervensi ketika diperlukan.

Perubahan tersebut mulai terlihat di dunia kerja.

Dalam laporan khusus Indonesia, Microsoft mencatat 59 persen pemimpin bisnis yang disurvei mengatakan perusahaan mereka sudah menggunakan AI agent untuk mengotomatisasi pekerjaan. Dalam lima tahun ke depan, 63 persen pemimpin memperkirakan tim mereka akan membangun sistem multi-agent, sementara 58 persen memperkirakan karyawan akan mengelola AI agent secara langsung.

Artinya, konsep "karyawan digital" bukan lagi sekadar eksperimen teknologi.

Ia mulai masuk ke cara perusahaan memikirkan organisasi.

10 Pekerjaan yang Relatif Lebih Terekspos Otomatisasi AI Agent

Namun, penting untuk memberi catatan.

Yang pertama kali hilang kemungkinan bukan profesinya secara keseluruhan, melainkan tugas-tugas yang membentuk profesi tersebut.

Pekerjaan yang paling rentan adalah pekerjaan yang memiliki proses berulang, berbasis informasi, memiliki aturan jelas, membutuhkan sedikit interaksi fisik, dan dapat dilakukan melalui komputer.

Berdasarkan tren yang terlihat dalam laporan World Economic Forum, ILO, serta perkembangan kemampuan AI, beberapa kelompok pekerjaan berikut berada di antara yang paling terekspos. Berbagai pekerjaan administratif dan clerical akan mengalami penurunan hingga 2030.

1. Data entry

Memasukkan data dari satu sistem ke sistem lain adalah contoh pekerjaan yang relatif mudah didelegasikan kepada AI agent.

Agent dapat membaca dokumen, mengekstrak informasi, melakukan validasi dasar, kemudian memasukkannya ke database.

2. Admin dan sekretaris

Menjadwalkan rapat, menyusun agenda, membuat notulen, mengirim pengingat dan mengelola dokumen merupakan jenis tugas yang sangat cocok untuk otomatisasi berbasis agent.

3. Customer service level pertama

Pertanyaan pelanggan yang berulang dapat ditangani AI. Agent bahkan dapat mengakses database, memeriksa status pesanan, membuat tiket, hingga melakukan eskalasi jika menemukan masalah yang tidak dapat diselesaikan.

4. Telemarketing

Mencari prospek, mengumpulkan informasi calon pelanggan, mengirim pesan awal dan melakukan follow-up merupakan workflow yang dapat semakin banyak dijalankan oleh AI.

5. Bookkeeping dan pekerjaan akuntansi rutin

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN