Saturday, August 22, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Teknologi Bantu Pelajar Medan Bangun Gaya Hidup Sehat Lewat PJOK

Mistar.idSabtu, 22 Agustus 2026 pukul 18.35 WIB
teknologi_bantu_pelajar_medan_bangun_gaya_hidup_sehat_lewat_pjok

Salah seorang guru menjelaskan pentingnya gaya hidup sehat bagi peserta didik dalam pembelajaran PJOK. (Foto: Berry/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (22/8/2026) – Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SMP Negeri 3 Medan, Andika Putranto Hutagalung, membagikan pengalamannya dalam meningkatkan minat pelajar untuk berolahraga.

Menurut Andika, pembelajaran PJOK tidak hanya bertujuan mengembangkan keterampilan olahraga peserta didik, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan, sekolah tempatnya mengajar telah memiliki fasilitas olahraga yang cukup memadai. Namun, sebagian peserta didik masih kurang aktif melakukan aktivitas fisik dan belum memahami pentingnya melakukan gerakan olahraga dengan teknik yang benar.

“Saya memanfaatkan aplikasi analisis gerak untuk memperbaiki teknik, serta meningkatkan motivasi belajar dengan tujuan agar siswa aktif berolahraga dan menerapkan hidup sehat melalui pembelajaran berbasis teknologi,” ujarnya kepada Mistar, Sabtu (22/8/2026).

Andika menjelaskan, penerapan teknologi dalam pembelajaran PJOK menjadi salah satu cara untuk membuat proses belajar lebih menarik sekaligus membantu peserta didik memahami gerakan olahraga secara lebih baik.

Melalui aplikasi analisis gerak, siswa dapat melihat kembali gerakan yang dilakukan dan mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi alat bantu pembelajaran, tetapi juga sarana bagi siswa untuk melakukan refleksi terhadap kemampuan mereka.

Bangun Kesadaran Hidup Sehat

Dalam proses pembelajaran, Andika mengaku menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah membangun kesadaran peserta didik bahwa aktivitas fisik bukan sekadar kewajiban karena menjadi bagian dari mata pelajaran PJOK.

Menurutnya, olahraga perlu dipahami sebagai kebutuhan dan bagian dari gaya hidup sehat.

“Bukan hanya sekadar mata pelajaran, tetapi bagaimana aktivitas fisik menjadi kebutuhan dan bagian dari gaya hidup sehat,” katanya.

Selain meningkatkan kesadaran, ia juga berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif. Hal tersebut penting agar setiap peserta didik merasa nyaman untuk mencoba, belajar, dan berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Saya pun merancang pembelajaran berbasis teknologi dengan memanfaatkan aplikasi analisis gerak sebagai media belajar, untuk memberi pemahaman bahwa aplikasi digunakan untuk refleksi dan perbaikan teknik, bukan mencari kesalahan,” ucapnya.

Menurut Andika, pendekatan tersebut membuat peserta didik tidak perlu takut ketika melakukan kesalahan dalam gerakan. Kesalahan justru dapat dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan.

Guru dan Orang Tua Punya Peran

Dalam pembelajaran berbasis teknologi, guru tetap memiliki peran penting sebagai fasilitator. Teknologi tidak menggantikan fungsi guru, melainkan membantu guru memberikan pendampingan yang lebih efektif selama proses belajar.

Andika juga menilai pembiasaan hidup sehat tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Dukungan orang tua dan guru lainnya diperlukan agar kebiasaan tersebut dapat diterapkan secara konsisten di luar jam pelajaran.

Karena itu, ia mendorong keterlibatan orang tua dan rekan sesama guru dalam mendukung pembiasaan hidup sehat peserta didik.

Dengan kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik, pembelajaran PJOK diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teknik olahraga, tetapi juga mampu membentuk kebiasaan hidup aktif dan sehat sejak usia sekolah.





BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN