Saturday, June 27, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Sunderland vs Man United 0-0: Lammens Jadi Tembok, Setan Merah Kehilangan Taji di Stadium of Light

Mistar.idSabtu, 9 Mei 2026 pukul 23.54 WIB
sunderland_vs_man_united_00_lammens_jadi_tembok_setan_merah_kehilangan_taji_di_stadium_of_light

Ilustrasi, Sunderland vs Man United 0-0: Lammens Jadi Tembok, Setan Merah Kehilangan Taji di Stadium of Light

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Sunderland AFC sukses meredam Manchester United FC dalam laga pekan ke-36 Premier League 2025/2026 di Stadium of Light, Sabtu (9/5/2026) malam WIB.

Pertandingan berakhir tanpa gol, tetapi skor 0-0 sama sekali tidak menggambarkan intensitas duel yang berlangsung selama 90 menit lebih. Sunderland tampil lebih berani, lebih agresif, dan beberapa kali nyaris menjatuhkan Setan Merah yang tampil tanpa ketajaman khas mereka.

Di tengah hujan dan atmosfer dingin Wearside, nama Senne Lammens menjelma sebagai sosok paling menentukan. Kiper muda asal Belgia itu menjadi penyelamat Manchester United lewat sederet penyelamatan penting yang menjaga tim tamu tetap hidup hingga peluit panjang dibunyikan.

Sunderland Tampil Lebih Berani Sejak Menit Awal

Sejak kick-off dimulai, Sunderland langsung memperlihatkan niat menyerang. Kombinasi cepat antara Enzo Le Fee, Brian Brobbey, dan Noah Sadiki membuat lini tengah United kesulitan menemukan ritme permainan.

Peluang emas pertama lahir pada menit ketujuh. Sadiki merebut bola di area berbahaya sebelum memainkan kombinasi satu-dua bersama Brobbey dan Le Fee. Gelandang muda itu kemudian melepaskan tembakan mendatar ke sudut kiri bawah, tetapi Senne Lammens melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang tersebut.

Tak lama berselang, Chemsdine Talbi kembali mengancam lewat sepakan melengkung dari sisi kiri kotak penalti yang hanya tipis melebar dari gawang United.

Atmosfer Stadium of Light langsung hidup. Sunderland tampil percaya diri dan berani memainkan tekanan tinggi kepada tim tamu.

Manchester United Kehilangan Ketajaman Tanpa Sesko

Di atas kertas, Manchester United datang dengan status favorit. Namun di lapangan, tim asuhan Michael Carrick justru terlihat tumpul.

Absennya Benjamin Sesko sangat terasa. Joshua Zirkzee yang dipercaya mengisi lini depan gagal memberi dampak besar. Penyerang asal Belanda itu kesulitan memenangkan duel fisik melawan Omar Alderete dan Lutsharel Geertruida.

Sepanjang babak pertama, United lebih banyak mengandalkan pergerakan Matheus Cunha dan Amad Diallo dari sisi sayap. Namun upaya mereka minim efektivitas.

Peluang terbaik Setan Merah sebelum turun minum hanya datang dari sundulan Zirkzee pada menit ke-29 yang masih melambung di atas mistar.

Bruno Fernandes juga tampak kesulitan menemukan ruang kreatif karena terus mendapat tekanan dari lini tengah Sunderland yang dikomandoi Granit Xhaka.

Lammens dan Roefs Tampil Heroik

Jika ada dua pemain yang paling pantas mendapat sorotan dalam laga ini, maka jawabannya adalah kedua penjaga gawang.

Senne Lammens Jadi Penyelamat United

Lammens kembali menunjukkan kualitas luar biasa di bawah mistar gawang Manchester United. Selain menggagalkan peluang Sadiki di awal laga, ia juga membuat penyelamatan krusial pada menit ke-63.

Saat itu, Brian Brobbey berhasil menahan duel fisik melawan Harry Maguire sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut bawah gawang. Namun Lammens bergerak cepat dan menepis bola dengan refleks luar biasa.

Kiper asal Belgia tersebut tampil tenang sepanjang pertandingan, terutama ketika Sunderland terus menekan lewat bola-bola silang dan situasi second ball.

Banyak fans United mulai menyebutnya sebagai salah satu kiper terbaik yang mereka miliki sejak era Edwin van der Sar.

Robin Roefs Gagalkan Kemenangan Dramatis United

Di sisi lain, Robin Roefs juga tampil luar biasa untuk Sunderland.

Momen paling menentukan hadir pada menit 90+3. Patrick Dorgu mengirim umpan tarik mendatar ke arah Matheus Cunha yang berdiri bebas sekitar 12 yard dari gawang.

Situasi itu tampak seperti gol pasti.

Namun Cunha justru melepaskan tembakan lurus ke tengah dan Roefs dengan sigap menepis bola untuk menjaga skor tetap imbang.

Peluang itu menjadi kesempatan terbaik Manchester United sepanjang pertandingan.

Sunderland Nyaris Pecahkan Kutukan 10 Tahun

The Black Cats sebenarnya sangat dekat untuk mengakhiri rekor buruk melawan Manchester United.

Salah satu peluang terbaik datang pada menit ke-71 ketika Lutsharel Geertruida melakukan kombinasi apik bersama Brobbey sebelum melepaskan tembakan mendatar yang menghantam tiang gawang.

Seluruh stadion sempat terdiam sepersekian detik sebelum akhirnya menghela napas kecewa.

Hasil imbang ini membuat Sunderland masih kesulitan menjaga asa lolos ke kompetisi Eropa musim depan. Namun performa mereka menunjukkan perkembangan besar sebagai tim muda yang kini bermain lebih matang dan progresif.

Granit Xhaka Jadi Jenderal Lapangan Tengah

Meski tidak mencetak gol atau assist, penampilan Xhaka layak mendapat apresiasi tinggi.

Mantan gelandang Arsenal itu tampil dominan dalam distribusi bola, menjaga tempo permainan, dan menjadi pusat transisi Sunderland dari bertahan ke menyerang.

Umpan-umpan panjangnya beberapa kali memecah lini pertahanan United, sementara agresivitasnya dalam duel lini tengah membuat Kobbie Mainoo dan Mason Mount kesulitan berkembang.

Di usia yang semakin matang, Xhaka justru terlihat menjadi pemimpin sempurna bagi proyek muda Sunderland musim ini.

United Kehabisan Ide di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Manchester United sempat mendominasi penguasaan bola. Namun dominasi itu tidak diikuti kreativitas maupun ancaman nyata.

Carrick mencoba mengubah situasi dengan memasukkan Patrick Dorgu dan Bryan Mbeumo. Tetapi serangan United tetap terasa datar.

Tanpa kehadiran striker murni yang agresif di kotak penalti, permainan United terlalu mudah dibaca. Cunha bahkan harus dimainkan sebagai false nine setelah Zirkzee ditarik keluar.

Statistik pertandingan memperlihatkan betapa minimnya ancaman United. Dari total 11 percobaan, mereka hanya mampu mencatat satu tembakan tepat sasaran.

Tiga Kartu Kuning untuk Setan Merah

Frustrasi Manchester United juga tercermin dari jumlah pelanggaran yang mereka lakukan.

Tiga pemain mendapat kartu kuning:

- Mason Mount

- Joshua Zirkzee

- Matheus Cunha

Tidak ada kartu merah dalam pertandingan ini, meski sempat terjadi pengecekan VAR terhadap insiden Nilson Angulo dan Bruno Fernandes di akhir laga.

Sunderland Menemukan Identitas Baru

Meski gagal menang, laga ini memperlihatkan satu hal penting: Sunderland bukan lagi sekadar tim promosi yang bertahan hidup di Premier League.

Mereka kini memiliki identitas permainan yang jelas — agresif saat menekan, cepat dalam transisi, dan berani memainkan kombinasi umpan pendek di area sempit.

Enzo Le Fee menjadi kreator utama, Brobbey menghadirkan ancaman fisik, sementara Talbi memberi kecepatan dari sisi lapangan.

Sebaliknya, Manchester United masih menunjukkan satu masalah klasik: ketergantungan terhadap efektivitas lini depan.

Tanpa Sesko, serangan mereka kehilangan titik fokus dan terlihat mudah dipatahkan.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN