Stuttgart Bungkam Leverkusen 3-1! Penalti Kontroversial hingga Taktik Hoeness Jadi Pembeda

Ilustrasi, Stuttgart Bungkam Leverkusen 3-1! Penalti Kontroversial hingga Taktik Hoeness Jadi Pembeda. (foto:bundesliga/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
VfB Stuttgart tampil luar biasa saat menundukkan Bayer 04 Leverkusen dengan skor 3-1 pada pekan ke-33 Bundesliga di Mercedes-Benz Arena, Sabtu (9/5/2026) malam WIB.
Pertandingan ini berlangsung panas sejak menit pertama. Leverkusen sempat mengejutkan publik tuan rumah lewat gol cepat Aleix García, tetapi Stuttgart menunjukkan mentalitas kuat untuk bangkit dan membalikkan keadaan melalui Ermedin Demirovic, penalti Maximilian Mittelstädt, dan gol penutup Deniz Undav.
Kemenangan tersebut terasa spesial karena Die Schwaben tidak hanya unggul skor, tetapi juga mendominasi permainan hampir di seluruh aspek.
Gol Kilat Leverkusen Bikin Stuttgart Tersentak
Laga baru berjalan satu menit ketika Leverkusen langsung mencuri gol pembuka. Serangan balik cepat yang dibangun Christian Kofane sukses diselesaikan Aleix García lewat sepakan kaki kiri ke pojok bawah gawang Alexander Nübel.
Gol cepat itu sempat membuat Stuttgart kehilangan ritme. Namun situasi tersebut tidak berlangsung lama.
Tuan rumah langsung merespons dengan tekanan agresif. Kombinasi permainan cepat Chris Führich, Jamie Leweling, dan Angelo Stiller mulai merepotkan lini pertahanan Leverkusen.
Hasilnya datang pada menit kelima. Nikolas Nartey mengirim umpan matang ke kotak penalti yang sukses disambar Ermedin Demirovic menjadi gol penyama kedudukan.
Gol itu menjadi titik balik pertandingan.
Stuttgart Mulai Mendominasi Permainan
Setelah skor berubah 1-1, Stuttgart tampil semakin percaya diri. Pasukan Sebastian Hoeness memainkan pressing tinggi dan terus memaksa Leverkusen bertahan lebih dalam.
Deniz Undav beberapa kali mengancam gawang Mark Flekken. Sementara Demirovic terus aktif membuka ruang dan menarik bek lawan keluar dari posisinya.
Leverkusen sebenarnya sempat mendapatkan beberapa peluang melalui Ibrahim Maza dan Christian Kofane. Namun solidnya pertahanan Stuttgart membuat serangan Die Werkself sulit berkembang.
Dominasi Stuttgart terlihat jelas dari statistik pertandingan. Mereka mencatatkan 20 tembakan dan sembilan di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Leverkusen hanya mampu menghasilkan enam percobaan sepanjang laga.
Tak hanya itu, Stuttgart juga unggul jauh dalam expected goals (xG) dengan angka 2,78 berbanding 0,56 milik Leverkusen.
Penalti VAR Jadi Momen Krusial
Drama besar terjadi menjelang akhir babak pertama.
Pada menit 45+2, Ermedin Demirovic dijatuhkan Edmond Tapsoba di dalam kotak penalti. Wasit awalnya tidak langsung memberikan penalti sebelum VAR melakukan pemeriksaan.
Setelah meninjau ulang tayangan, wasit akhirnya menunjuk titik putih.
Maximilian Mittelstädt yang dipercaya menjadi algojo tampil tenang. Bek kiri Stuttgart itu melepaskan tembakan keras ke tengah gawang untuk membawa timnya unggul 2-1 pada menit 45+7.
Gol penalti tersebut menjadi pukulan telak bagi Leverkusen karena lahir tepat sebelum turun minum.
Serangan Balik Mematikan Undav Sempurnakan Kemenangan
Memasuki babak kedua, Stuttgart tidak menurunkan intensitas permainan. Mereka tetap tampil agresif dan disiplin dalam menjaga organisasi pertahanan.
Leverkusen mencoba bangkit lewat masuknya Malik Tillman dan Arthur. Namun perubahan itu justru membuat keseimbangan lini tengah mereka semakin rapuh.
Stuttgart berhasil memanfaatkan celah tersebut lewat skema serangan balik cepat pada menit ke-58.
Jamie Leweling menusuk dari sisi kanan sebelum mengirim umpan silang mendatar ke kotak penalti. Deniz Undav yang berdiri bebas tanpa kesulitan menaklukkan Mark Flekken untuk mengubah skor menjadi 3-1.
Gol itu praktis mengakhiri perlawanan Leverkusen.
Alexander Nübel Jadi Tembok Kokoh Stuttgart
Di balik kemenangan Stuttgart, penampilan Alexander Nübel layak mendapatkan sorotan khusus.
Kiper berusia 29 tahun itu tampil sigap di bawah mistar dan melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang Alejandro Grimaldo serta Malik Tillman pada menit-menit akhir pertandingan.
Ketangguhan Nübel membuat Leverkusen frustrasi sepanjang babak kedua.
Sebastian Hoeness Menangi Duel Taktik
Kemenangan Stuttgart kali ini tidak lepas dari kecerdikan sang pelatih, Sebastian Hoeness, dalam merancang strategi.
Die Schwaben tampil sangat efektif saat melakukan pressing terhadap lini tengah Leverkusen. Aleix García dan Exequiel Palacios kesulitan mengembangkan permainan karena terus ditekan Angelo Stiller dan Chema Andres.
Selain itu, Stuttgart juga sangat agresif memanfaatkan ruang di belakang wing-back Leverkusen. Jamie Leweling dan Chris Führich berkali-kali sukses mengeksploitasi area tersebut melalui transisi cepat.
Strategi itu membuat Edmond Tapsoba dan Jarell Quansah sering keluar dari posisi idealnya sehingga lini pertahanan Leverkusen kehilangan keseimbangan.
Daftar Pencetak Gol
Untuk Stuttgart, gol dicetak oleh:
- Ermedin Demirovic (5’)
- Maximilian Mittelstädt (45+7’ penalti)
- Deniz Undav (58’)
Sementara satu-satunya gol Leverkusen lahir melalui:
- Aleix García (1’)
Daftar Kartu
Wasit mengeluarkan dua kartu kuning untuk pemain Stuttgart kepada Chris Führich dan Tiago Tomás.
Sedangkan dari kubu Leverkusen, Exequiel Palacios menjadi satu-satunya pemain yang menerima kartu kuning.
Stuttgart Kirim Pesan Kuat ke Bundesliga
Kemenangan ini memperlihatkan bahwa Stuttgart bukan lagi sekadar tim kejutan di Bundesliga. Mereka kini tampil sebagai tim dengan identitas permainan yang matang, agresif, dan efisien.
Leverkusen memang sempat unggul cepat, tetapi Stuttgart menunjukkan kualitas mental dan taktik yang jauh lebih baik sepanjang pertandingan.
Dengan performa seperti ini, Die Schwaben mengirim sinyal kuat bahwa mereka siap menjadi kekuatan besar baru di sepak bola Jerman.
(fotmob/flashscore/ai/hm27)













