Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Napoli Diduga Rekayasa Laporan Keuangan Terkait Transfer Pemain

Mistar.idJumat, 21 November 2025 pukul 20.01 WIB
napoli_diduga_rekayasa_laporan_keuangan_terkait_transfer_pemain_

Stadion Diego Armando Maradona markas Napoli. (foto: Getty Images/Mistar)

news_banner

Naples, MISTAR.ID

Napoli kembali diterpa isu serius setelah Pengadilan Roma mendakwa klub tersebut atas dugaan pemalsuan laporan keuangan dalam beberapa transaksi pemain. Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, bersama tangan kanannya, Andre Chiavelli, serta pihak klub, turut dimasukkan dalam berkas dakwaan terkait laporan keuangan tahun 2019, 2020, dan 2021.

Kasus ini bermula dari dugaan plusvalenze atau manipulasi nilai transfer dalam beberapa aktivitas jual-beli pemain. Dua transaksi yang menjadi sorotan adalah pembelian Kostas Manolas dari AS Roma pada 2019 serta perekrutan Victor Osimhen dari Lille pada 2020.

Pada 2019, Napoli mendatangkan Manolas dengan nilai 36 juta euro, disertai pertukaran gelandang Amadou Diawara. Setahun kemudian, Napoli membeli Osimhen dengan banderol 78,9 juta euro, yang dalam kesepakatan itu turut menyertakan Orestis Karnezis dan tiga pemain primavera sebagai bagian dari nilai transaksi.

Kombinasi transfer tersebut diduga digunakan untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub guna menghindari pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP).

Pihak Napoli melalui kuasa hukum De Laurentiis menegaskan, tidak ada pelanggaran yang dilakukan terkait transfer pemain tersebut. Klub juga merasa diperlakukan tidak adil karena, menurut mereka, kasus serupa diduga dilakukan klub lain namun tidak mendapat perlakuan hukum yang sama.

De Laurentiis dan Chiavelli dijadwalkan menghadiri sidang lanjutan pada 2 Desember mendatang. Jika dinyatakan bersalah, mereka berpotensi menerima larangan berkecimpung di dunia sepakbola hingga dua tahun serta tidak boleh menduduki jabatan eksekutif.

Padahal, pada 2022, penyidik Federasi Sepakbola Italia (FIGC) menyatakan tidak menemukan bukti bahwa Napoli memperoleh keuntungan dari sisi olahraga terkait dugaan pemalsuan laporan keuangan itu. (hm24)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN