Tuesday, September 15, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Minim Uji Coba Internasional, Peringkat Karateka Indonesia Melorot Jelang Asian Games 2026

Mistar.idSelasa, 15 September 2026 pukul 14.59 WIB
minim_uji_coba_internasional_peringkat_karateka_indonesia_melorot_jelang_asian_games_2026_

Karateka putri Indonesia asal Sumut Leica Al Humaira Lubis (kanan) saat tampil di final kumite perorangan di bawah 68 kilogram putri PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Gedung Serbaguna Universitas Medan, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (17/9/2024). Leica Al Humaira Lubis meraih medali emas setelah menang melawan karateka Jabar Annisa Rizkia. Foto: Antara/Iggoy el Fitra)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (15/9/2026) - Minimnya uji coba internasional menjadi ganjalan bagi karateka putri Indonesia, Leica Al Humaira Lubis, dalam persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Leica menyebut beberapa agenda yang sudah didaftarkan terpaksa dibatalkan.

"Ada beberapa uji coba yang awalnya sudah didaftarkan, tapi dibatalkan. Ada Series A di A Coruna, Spanyol. Seharusnya juga ada pemusatan latihan di Mesir," kata Leica di Jakarta, Rabu (15/9/2026).

Ia mengatakan pembatalan itu terjadi karena kebijakan efisiensi anggaran. Salah satunya rencana pemusatan latihan di Mesir yang dijadwalkan Agustus 2026.

Kondisi itu sempat memengaruhi motivasinya. Sebab, turnamen seperti Karate1 Series A dan Premier League bukan hanya ajang uji coba, tetapi juga kesempatan mengumpulkan poin peringkat dunia.

"Sempat turun motivasi, karena di karate ada Series A dan Premier League. Di sana kami mengumpulkan poin untuk peringkat," ujarnya.

Karate1 Series A A Coruna sendiri berlangsung di Spanyol pada 24-26 April 2026 sebagai bagian dari kalender Federasi Karate Dunia (WKF). Akibat jarang tampil, peringkat para atlet Indonesia merosot.

"Jadi rata-rata peringkat kami turun semua karena tidak ikut turnamen," katanya.

Selain peringkat, minimnya uji coba membuat atlet kesulitan memetakan kekuatan lawan di Asian Games nanti.

"Kalau sudah pernah bertemu lawan di uji coba sebelumnya, kami jadi lebih hafal gaya permainannya," ucap karateka berusia 21 tahun itu.

Di tengah keterbatasan, Leica tetap mendapat kesempatan bertanding. Ia tampil di Karate1 Premier League Leshan, China, pada April untuk nomor kumite -68 kg putri.

Leica kemudian meraih emas kumite +68 kg putri di Kejurnas Piala Ketua Umum PB FORKI di Bandung pada Mei.

Puncaknya, ia menjadi juara Asia pada kelas yang sama di Kejuaraan Karate Asia Senior di Bali, Juni lalu, setelah mengalahkan Yara Naser dari Yordania di final.

Ajang Kejuaraan Asia di Bali menjadi tolok ukur penting. Namun, Leica menilai atmosfer bertanding sebagai tuan rumah berbeda dengan ketika tampil di luar negeri, termasuk di Jepang nanti.

"Untuk uji coba besar level Asia hanya ada di AKF Bali kemarin. Karena kita tuan rumah, atmosfernya berbeda dengan main di luar," katanya.

Tim karate Indonesia menjalani pemusatan latihan sejak Januari 2026. Selain Leica, PB FORKI menyiapkan lima atlet lain, yaitu Christopher Edbert Setiabudi (kata putra), Marzella Sekar Damayanti (kata putri), Daniel Hutapea (kumite +84 kg putra), M. Tegar Januar (kumite -55 kg putra), dan Cok Istri Sanistya Rani (kumite -55 kg putri). (Antara/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN