Monday, August 24, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Lebih dari 70 Ekor Lembu Warga Asahan Hilang Dicuri, Peternak Resah Selama 2 Tahun

Mistar.idSenin, 24 Agustus 2026 pukul 14.23 WIB
lebih_dari_70_ekor_lembu_warga_asahan_hilang_dicuri_peternak_resah_selama_2_tahun

Ternak lembu warga yang dilepasliarkan di kebun kelapa sawit. (Foto: Perdana/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID (24/8/2026) – Keresahan peternak di Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, semakin memuncak. Lebih dari 70 ekor lembu milik warga di empat desa dilaporkan hilang dalam dua tahun terakhir.

Empat desa yang disebut terdampak aksi pencurian ternak tersebut yakni Desa Sijabut Teratai, Desa Perkebunan Air Batu I/II, Desa Sei Halim Hulu, dan Desa Pinanggripan. Puluhan lembu itu diketahui banyak dipelihara dengan cara dilepas di areal perkebunan kelapa sawit PTPN IV Air Batu.

Warga menduga kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya ketika pemilik ternak sedang bekerja dan tidak dapat mengawasi lembu mereka.

Kepada wartawan, Senin (24/8/2026), salah seorang pemilik ternak bernama Mulyadi (50), warga Desa Sijabut Teratai, mengaku menjadi salah satu korban kehilangan lembu. Ia menyebut tujuh ekor lembunya hilang sepanjang 2026. Jumlah tersebut, menurutnya, belum termasuk ternak milik warga lainnya.

“Tahun ini saja punya saya sudah tujuh ekor hilang. Kami total-total itu, tiga desa di kecamatan ini dalam dua tahun terakhir sudah lebih 70 ekor. Betul-betul tidak aman dan bikin resah,” ujarnya.

Mulyadi mengatakan sebagian besar warga yang kehilangan ternak bekerja sebagai buruh. Kondisi itu membuat ternak ditinggalkan di areal perkebunan pada jam-jam tertentu. Waktu kehilangan ternak kerap terjadi pada rentang siang hingga sore hari.

“Kebanyakan waktu hilangnya, kalau diperhatikan, siang. Dari jam 11 siang sampai sore sekitar jam 4. Karena waktu itu banyak yang punya ternak bekerja. Sementara lembu kurang diawasi,” ujarnya.

Mulyadi mengatakan para peternak dari empat desa telah membicarakan persoalan tersebut. Sebagian warga juga disebut telah melaporkan kehilangan ternak kepada pemerintah desa dan Polsek Air Batu.

Kondisi serupa dialami Rudi (46), warga Dusun III, Desa Sei Halim Hulu. Ia mengaku tiga ekor lembunya hilang dalam beberapa bulan terakhir.

“Ternak saya saja sudah tiga ekor hilang,” ungkapnya.

Rudi menyebut ternak miliknya hilang ketika berada di areal perkebunan kelapa sawit PTPN IV Air Batu. Di tengah maraknya kasus kehilangan ternak, warga juga mengaku pernah mengamankan seorang agen lembu yang diduga membeli ternak hasil pencurian.

Peristiwa itu disebut terjadi pada 9 Agustus 2026. Saat itu, warga mengamankan seorang agen ketika berlangsung transaksi tiga ekor lembu yang disebut milik warga bernama Pono dari Sei Halim Hulu.

“Sudah pernah tertangkap agen penjual lembu curian. Ketahuan waktu mau menjual lembu curian. Tapi ketika dikembangkan, kasusnya, pelaku pencurian belum tertangkap. Kami berharap ini bisa menjadi atensi di Polsek dan Polres,” harapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN