Monday, August 24, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Kasus Asma dan ISPA Meningkat di Malaysia Imbas Kabut Asap dari Indonesia

Mistar.idSenin, 24 Agustus 2026 pukul 11.42 WIB
kasus_asma_dan_ispa_meningkat_di_malaysia_imbas_kabut_asap_dari_indonesia

Kabut asap juga melanda negara tetangga seperti Malaysia. (Ramdhan/detikcom)

news_banner

Kuala Lumpur, MISTAR.ID – Kementerian Kesehatan Malaysia mencatat peningkatan tajam kasus asma dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Indonesia yang menyelimuti sejumlah wilayah negara tersebut sejak pekan lalu.

Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad mengatakan pemantauan antara Minggu Epidemiologi (EW) ke-32 dan ke-33 menunjukkan kasus asma meningkat 259 persen, sedangkan kasus ISPA naik 124 persen.

Namun, kasus konjungtivitis atau mata merah justru turun tujuh persen pada periode yang sama.

"ISPA mencatat jumlah tertinggi sebanyak 3.764 kasus meningkat dari 1.637 kasus, sedangkan kasus asma mencapai 219 dibandingkan dengan 61 kasus sebelumnya. Sementara itu kasus konjungtivitis turun menjadi 146 dari 157 kasus," kata Dzulkefly, seperti dilansir Malay Mail.

Dzulkefly juga menyebut tujuh wilayah mencatat Indeks Pencemaran Udara (API) pada level tidak sehat hingga pukul 08.00 waktu setempat, Minggu (23/8/2026).

Lima wilayah berada di Sarawak, yakni Serian dengan angka 197, Kuching 185, Sri Aman 178, Samarahan 176, dan Sarikei 128. Dua wilayah lainnya adalah Sungai Petani di Kedah dan Taiping di Perak, yang masing-masing mencatat API 126.

"Berdasarkan statistik dari Minggu Epidemiologi (EW) ke-30 hingga ke-32, jumlah kasus yang dilaporkan berkisar antara dua hingga tiga kasus. Namun statistik EW terbaru hingga hari ini mencatat sembilan kasus, yang sebagian besar terkait dengan sengatan panas," ujar Dzulkefly.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada, menghindari paparan sinar matahari berlebihan, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala.

Di Kedah, Dinas Kesehatan Negara Bagian mengimbau masyarakat, terutama di Sungai Petani dan Alor Setar, mengurangi aktivitas di luar ruangan akibat kabut asap.

Kedua wilayah tersebut mencatat API pada level tidak sehat. Dinkes setempat juga mengingatkan kelompok berisiko tinggi, termasuk anak-anak, lansia, dan penderita penyakit jantung, agar lebih berhati-hati.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN