Guti Ragukan Kelayakan Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026

Harry Kane menang Ballon d'Or 2026. (Foto: Reuters/Mistar)
Madrid, MISTAR.ID - Legenda Real Madrid, Guti Hernandez, melontarkan kritik terhadap terpilihnya Harry Kane sebagai peraih Ballon d'Or 2026. Menurut Guti, penyerang Bayern Munich tersebut bukan sosok yang paling layak mendapatkan penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola itu.
Kane berhasil memenangi pemungutan suara Ballon d'Or 2026 dengan mengungguli dua pesaingnya, Kylian Mbappe dan Lamine Yamal. Penghargaan tersebut diraih setelah ia mencatatkan performa impresif bersama Bayern Munich dan tim nasional Inggris sepanjang musim 2025/2026.
Striker berusia 33 tahun itu membukukan 73 gol dalam 65 pertandingan. Catatan tersebut menjadi salah satu pencapaian yang mengantarkannya meraih penghargaan individu tersebut.
Meski demikian, kemenangan Kane tidak sepenuhnya mendapat dukungan. Guti justru menilai Mbappe atau Yamal lebih pantas membawa pulang trofi Ballon d'Or tahun ini.
Selain mempertanyakan hasil pemilihan, Guti turut menyoroti keputusan penyelenggara memindahkan malam penganugerahan Ballon d'Or dari Paris ke London.
Mantan pemain Real Madrid yang memperkuat klub tersebut pada periode 1995–2010 itu menganggap lokasi penyelenggaraan menjadi hal yang patut dipertanyakan, mengingat Kane merupakan pemain asal Inggris.
"Menarik sekali Ballon d'Or edisi ke-70 digelar di London, lalu pemenangnya juga berasal dari London. Benar-benar kebetulan yang luar biasa," ujar Guti, seperti dikutip dari media Spanyol, AS.
Guti kemudian menyebut Mbappe dan Yamal sebagai pemain yang menurutnya lebih pantas mendapatkan penghargaan tersebut dibandingkan Kane.
Guti juga menyinggung reaksi Kane ketika namanya diumumkan sebagai pemenang. Menurutnya, ekspresi sang striker menunjukkan bahwa kemenangan tersebut bukan sesuatu yang diperkirakannya.
"Lamine dan Mbappe lebih layak memenanginya. Lihat saja ekspresi Kane ketika namanya diumumkan. Dia sama sekali tidak menyangka akan memenangkan Ballon d'Or," kata Guti.
Ia menilai Kane tampak tidak percaya bisa mengungguli dua pesaingnya dalam pemungutan suara tersebut. Guti bahkan menjadikan reaksi dan gerak-gerik Kane saat berada di atas panggung sebagai bagian dari kritiknya.
"Dia mengira Lamine dan Mbappe akan mengunggulinya. Anda tidak akan menunjukkan ekspresi seperti itu jika merasa pantas memenangkan Ballon d'Or. Bahkan, dia terlihat kebingungan saat mengenakan jasnya," lanjut Guti.
Pernyataan tersebut menambah perdebatan mengenai hasil Ballon d'Or 2026. Meski Kane memiliki catatan gol yang impresif sepanjang musim, Guti tetap berpendapat bahwa Mbappe atau Yamal lebih layak menerima penghargaan tersebut.













































