Wednesday, October 28, 2026
home_banner_first
MEDAN

Peringati Sumpah Pemuda, Ketua SAPMA PP Sumut Ajak Anak Muda Bijak Bermedia Sosial

Mistar.idRabu, 28 Oktober 2026 pukul 11.57 WIB
peringati_sumpah_pemuda_ketua_sapma_pp_sumut_ajak_anak_muda_bijak_bermedia_sosial

Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Sumatera Utara, Muhammad Firman Shah. (Foto: Ari/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Ketua Pengurus Wilayah (PW) Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Firman Shah, mengajak generasi muda lebih bijak menggunakan media sosial dan memanfaatkannya untuk kegiatan positif.

Ajakan itu disampaikan Firman dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Menurutnya, media sosial saat ini menjadi salah satu indikator untuk melihat aktivitas dan peran pemuda dalam kehidupan sosial.

“Yang jelas, hari ini kita bisa lihat indikatornya dari media sosial, karena hampir semua pemuda aktif di media sosial. Karena belum tentu di dunia nyata mereka seaktif itu, apalagi sekarang ini netizen ataupun Gen Z jadi mayoritas penggunanya,” ujarnya kepada Mistar saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).

Firman menilai, sebagian pemuda saat ini cenderung apatis dan mulai menjauh dari sikap nasionalis. Ia mencontohkan respons masyarakat di media sosial terhadap program pemerintah pusat, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, masyarakat, terutama generasi muda, perlu bersikap objektif dalam menilai suatu program. Meski terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, hal itu tidak seharusnya langsung membuat program tersebut ditolak secara keseluruhan.

“Banyak kita lihat sedikit nasionalis, bahkan apatis, khususnya dari program pemerintah, contohnya MBG. Padahal programnya bagus dan sosialis, pemerintah menghidupi dan memberikan hak kepada rakyatnya melalui makanan kepada anak-anak. Yang namanya program ada juga sedikit erornya, tetapi jangan jadikan itu membatalkan MBG-nya. Tetapi sikap netizen hari ini menyikapi fenomena keracunan, susu basi pada MBG itu terlalu subjektif,” ucapnya.

Firman yang juga merupakan pengurus Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumut itu menilai, program MBG menjadi salah satu bentuk pelaksanaan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, ia menyayangkan masih adanya sikap apatis dalam menyikapi program pemerintah tersebut.

Ia juga mengingatkan pemuda agar membenahi diri sebelum berkontribusi lebih luas kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan seperti judi online, narkoba, dan pinjaman online dapat memengaruhi kondisi seseorang sehingga lebih mudah bersikap negatif.

“Yang jelas, berkontribusi itu ketika kita sudah siap dengan diri kita, jadi kita tidak bisa siap berkontribusi tetapi kita banyak kendala. Kita tahulah dengan maraknya masalah judi online, narkoba, pinjol di mana-mana, mungkin stres dan panik, jadi sensitifnya negatif terus. Sebaiknya kita perbaiki diri kita, baru kita bisa berkontribusi. Ketika kita perbaiki diri dan positif, baru kita bisa kontribusi positif. Jauhi saja sikap yang mengurangi nilai kepribadian yang buruk,” tegasnya.

Putra tokoh pemuda Sumatera Utara, almarhum Anuar Shah (Aweng), itu juga mendorong anak muda memanfaatkan media sosial untuk membagikan aktivitas yang bermanfaat, seperti berolahraga, belajar, membaca buku, dan mengamati berbagai peristiwa.

“Basic-nya itu dari media sosial, tunjukkan saja misalnya olahraga, belajar, baca buku apa, atau mengamati kejadian apa. Jadi itu yang di-up ke media sosial, jadi lebih ke nilai-nilai semangat optimisme, dan jadi pribadi lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, perkembangan media sosial yang semakin pesat membuat pemuda harus lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakannya. Media sosial juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menulis dan membagikan berbagai karya.

“Karena kita cari hari ini penulis atau karya tulisan pasti di media sosial. Sekarang orang tinggal ngetik, feed, WhatsApp dan lainnya. Dan gempuran itu terjadi di media sosial, maka bijak menggunakan media sosial itu yang harus lebih bijak,” tegasnya.

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN