Drama FA Cup di Fratton Park: Gol Bunuh Diri, Penalti Gagal, Arsenal Unggul 2-1 atas Portsmouth di Babak Pertama

Ilustrasi, Drama FA Cup di Fratton Park: Gol Bunuh Diri, Penalti Gagal, Arsenal Unggul 2-1 atas Portsmouth di Babak Pertama. (foto:fotmob/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Pertandingan Portsmouth vs Arsenal pada Putaran Ke-3 Piala FA 2025/2026 langsung menyuguhkan drama sejak menit awal. Bermain di Fratton Park, Minggu (11/1/2026) malam WIB, tim tuan rumah yang berstatus klub Championship tampil berani dan sempat mengejutkan Arsenal lewat gol cepat. Namun, kualitas dan pengalaman membuat The Gunners menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1, meski diwarnai gol bunuh diri dan penalti gagal.
Gol Kilat Portsmouth Bikin Arsenal Tersentak
Laga baru berjalan tiga menit ketika publik Fratton Park bersorak. Colby Bishop memanfaatkan bola muntah hasil tepisan Kepa Arrizabalaga untuk membawa Portsmouth unggul 1-0. Gol ini menjadi yang tercepat bersarang di gawang Arsenal sejak Agustus 2023, sekaligus meruntuhkan status mereka sebagai favorit mutlak sebelum kick-off.
Portsmouth tampil tanpa beban, menekan tinggi, dan memperlihatkan determinasi yang jauh melampaui jarak kasta kompetisi kedua tim.
Gol Bunuh Diri Andre Dozzell, Arsenal Samakan Kedudukan
Arsenal merespons cepat. Pada menit ke-8, sepak pojok Eberechi Eze memicu kemelut di kotak penalti. Bola mengenai beberapa pemain sebelum akhirnya Andre Dozzell tanpa sengaja membelokkannya ke gawang sendiri.
Gol ini memperpanjang catatan unik Arsenal musim ini. Mereka kini telah diuntungkan oleh lima gol bunuh diri di semua kompetisi, terbanyak di antara klub Premier League.
Set-Piece Jadi Senjata Mematikan Arsenal
Tekanan Arsenal akhirnya berbuah gol kedua pada menit ke-25. Noni Madueke mengirimkan sepak pojok akurat dari sisi jauh, yang disambut sundulan Gabriel Martinelli. Meski dikenal sebagai winger eksplosif, Martinelli justru mencetak gol lewat kepala.
Gol ini menegaskan dominasi Arsenal dalam situasi bola mati:
- Arsenal sudah tiga kali mencetak minimal dua gol dari sepak pojok dalam satu laga musim ini
- Tidak ada tim Premier League lain yang lebih produktif dari set-piece di semua ajang.
Drama Penalti: Madueke Gagal Gandakan Keunggulan
Arsenal hampir mengunci laga sebelum turun minum. Madueke dilanggar Zak Swanson di kotak penalti, membuat wasit menunjuk titik putih. Namun, eksekusi Madueke justru melebar dari sasaran.
Penalti gagal ini menjadi catatan tersendiri:
- Madueke adalah pemain Arsenal pertama yang gagal penalti (di luar adu penalti) sejak Bukayo Saka pada April 2023
- Kesalahan ini memberi harapan baru bagi Portsmouth jelang akhir babak pertama
Tak lama berselang, Martinelli juga hampir mencetak gol keduanya, tetapi tembakannya hanya membentur tiang gawang.
Portsmouth Berani, Arsenal Belum Sepenuhnya Aman
Meski tertinggal, Portsmouth tetap agresif dan tak ragu menyerang. Harvey Blair dan Conor Chaplin beberapa kali menguji konsentrasi lini belakang Arsenal yang tampil dengan komposisi tidak biasa akibat rotasi besar-besaran Mikel Arteta.
Arsenal unggul pengalaman dan kedalaman skuad, tetapi belum sepenuhnya nyaman. Beberapa kesalahan transisi dan kartu kuning Myles Lewis-Skelly menandakan laga ini masih jauh dari kata selesai.
Fakta Menarik Babak Pertama
- Arsenal selalu menang dalam empat pertemuan Piala FA kontra Portsmouth
- Portsmouth belum pernah menang dalam 22 laga terakhir melawan Arsenal
- Arsenal berstatus 14 kali juara FA Cup, terbanyak sepanjang sejarah
- Skor sementara 2-1 menjaga peluang Arsenal terhindar dari tersingkir di putaran ketiga untuk musim ketiga beruntun
Kesimpulan: Babak pertama Portsmouth vs Arsenal menghadirkan esensi sejati Piala FA: keberanian tim kecil, tekanan atmosfer kandang, dan kualitas penentu dari tim besar. Gol bunuh diri, dominasi bola mati, serta penalti gagal menjadikan laga ini penuh ketegangan.
Dengan keunggulan yang masih tipis, Arsenal wajib tampil lebih disiplin di babak kedua. Sementara Portsmouth, dengan semangat yang tak luntur, masih punya peluang menciptakan kejutan lain di Fratton Park.
(fotmob/ai/hm27)






















