Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Comeback Dramatis! Al Ittihad Tumbang 3-4 dari NEOM di Pekan ke-29 Liga Arab Saudi

Mistar.idKamis, 9 April 2026 pukul 07.47 WIB
comeback_dramatis_al_ittihad_tumbang_34_dari_neom_di_pekan_ke29_liga_arab_saudi

Ilustrasi, Comeback Dramatis! Al Ittihad Tumbang 3-4 dari NEOM di Pekan ke-29 Liga Arab Saudi. (foto:ferry/fotmob/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Laga pekan ke-29 Saudi Pro League menghadirkan drama tujuh gol saat Al Ittihad dipaksa menyerah 3-4 oleh NEOM SC, Kamis (9/4/2026) dinihari WIB.

Pertandingan ini bukan sekadar adu tajam lini depan, melainkan duel mental, momentum, dan efektivitas transisi yang akhirnya dimenangkan tim tamu lewat gol injury time.

Gol Cepat dan Awal Mengejutkan

NEOM langsung menekan sejak menit awal. Gol Saïd Benrahma pada menit ketiga—yang sempat ditinjau VAR—membuka keunggulan tim tamu. Skema serangan balik cepat menjadi senjata utama NEOM untuk merusak struktur pertahanan tuan rumah.

Keunggulan digandakan Luciano Rodríguez pada menit ke-16. Menariknya, peluang tersebut memiliki nilai expected goals (xG) hanya 0,06, tetapi mampu dikonversi dengan presisi tinggi. Efektivitas inilah yang menjadi pembeda.

Tertinggal dua gol, Al Ittihad—yang dijuluki The Tigers—merespons lewat Youssef En-Nesyri. Striker asal Maroko itu mencetak dua gol pada menit ke-38 dan 44, salah satunya sempat melalui pengecekan VAR sebelum disahkan. Skor 2-2 menutup babak pertama dengan tensi tinggi.

Momentum Berbalik, Lalu Ambyar

Memasuki babak kedua, Al Ittihad langsung membalikkan keadaan. Houssem Aouar mencetak gol pada menit ke-49 dari jarak dekat dengan xG tinggi (0,90), menandakan peluang emas yang dimaksimalkan sempurna.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. NEOM menyamakan skor 3-3 lewat sundulan Muhannad Al Saad pada menit ke-55 memanfaatkan situasi bola mati. Meski xG peluang itu hanya 0,04, efektivitas kembali menjadi kunci.

Di fase ini, pertandingan berubah menjadi duel terbuka. Al Ittihad mendominasi penguasaan bola dan terus menekan, tetapi rapuh saat kehilangan bola. High defensive line dan lambatnya transisi bertahan membuat mereka rawan diserang balik.

Injury Time yang Menentukan

Drama sesungguhnya terjadi di masa tambahan waktu. Pada menit 90+1, Saïd Benrahma hampir membawa NEOM unggul, namun tembakannya membentur tiang.

Hanya berselang satu menit, Ala’a Al-Haji—yang masuk sebagai pemain pengganti—menuntaskan assist Abdoulaye Doucouré menjadi gol kemenangan. Tembakan kaki kirinya memastikan skor 4-3 untuk NEOM.

Gol tersebut menjadi klimaks laga yang dipenuhi pelanggaran keras, kartu kuning, dan tekanan psikologis di menit akhir.

Analisis: Dominasi Tanpa Kontrol

Secara permainan, Al Ittihad tampil agresif dan menciptakan banyak peluang berkualitas. Kombinasi Fabinho, Aouar, dan Bergwijn efektif membongkar lini belakang lawan.

Namun, empat gol NEOM lahir dari:

- Dua skema serangan balik cepat

- Satu situasi bola mati

- Satu transisi cepat di injury time

Artinya, masalah utama The Tigers bukan pada kreativitas menyerang, melainkan pada kontrol transisi dan manajemen momentum.

Sebaliknya, NEOM menunjukkan kedewasaan taktik. Abdoulaye Doucouré tampil krusial dalam membangun serangan dan terlibat langsung pada momen penentu. Kedalaman skuad juga terlihat dari kontribusi pemain pengganti yang langsung memberi dampak.

Dampak ke Klasemen

Kekalahan kandang ini berpotensi mengganggu ambisi Al Ittihad dalam perburuan gelar maupun zona kompetisi Asia. Kehilangan poin setelah sempat unggul menjadi pukulan psikologis serius jelang akhir musim.

Bagi NEOM, kemenangan dramatis ini mempertegas reputasi mereka sebagai kuda hitam musim ini. Mental comeback dan efektivitas serangan balik menjadi identitas yang kian matang.

Tujuh gol, dua keputusan VAR, dan satu gol penentu di injury time menjadikan laga ini sebagai salah satu pertandingan paling dramatis musim 2025/2026 di Saudi Pro League.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN