Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Atletico Madrid Bungkam Barcelona 2-0 di Camp Nou, Kartu Merah Cubarsí Jadi Titik Balik

Mistar.idKamis, 9 April 2026 pukul 07.26 WIB
atletico_madrid_bungkam_barcelona_20_di_camp_nou_kartu_merah_cubars_jadi_titik_balik

Ilustrasi, Atletico Madrid Bungkam Barcelona 2-0 di Camp Nou, Kartu Merah Cubarsí Jadi Titik Balik. (foto:ferry/fotmob/wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kejutan besar terjadi di Camp Nou. Atletico Madrid sukses mencuri kemenangan 2-0 atas FC Barcelona pada leg pertama perempat final UEFA Champions League, Kamis (9/4/2026) pagi WIB.

Gol spektakuler Julián Álvarez dan penyelesaian klinis Alexander Sørloth membuat Los Rojiblancos membawa modal emas ke leg kedua di Metropolitano. Sementara Blaugrana kini menghadapi misi berat untuk membalikkan keadaan.

Dominan di Awal, Barcelona Gagal Maksimalkan Peluang

Barcelona sebenarnya tampil agresif sejak menit pertama. Anak asuh Hansi Flick langsung menekan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Marcus Rashford menjadi ancaman utama di sisi kiri. Dalam tiga menit pertama, ia sudah melepaskan dua tembakan tepat sasaran—catatan tercepat musim ini di Liga Champions. Namun penampilan gemilang kiper Juan Musso membuat seluruh peluang itu mentah.

Blaugrana mendominasi penguasaan bola dan menciptakan xG lebih tinggi sepanjang laga. Akan tetapi, dominasi tersebut tak berbanding lurus dengan efektivitas di depan gawang.

VAR dan Kartu Merah Cubarsí Ubah Arah Pertandingan

Momentum laga berubah drastis jelang turun minum.

Bek muda Pau Cubarsí awalnya diganjar kartu kuning usai menjatuhkan Giuliano Simeone di tepi kotak penalti sebagai orang terakhir. Namun setelah tinjauan VAR, wasit mengubah keputusan menjadi kartu merah langsung pada menit ke-44.

Keputusan itu menjadi titik balik.

Dari tendangan bebas yang sama, Álvarez melepaskan sepakan melengkung indah dari jarak sekitar 20 yard. Bola meluncur melewati pagar hidup dan bersarang di pojok atas gawang tanpa mampu dijangkau kiper.

Gol dengan probabilitas rendah tersebut bukan hanya mengubah skor menjadi 1-0, tetapi juga memukul mental Barcelona.

Efektivitas Atletico, Luka Kedua Lewat Sorloth

Bermain dengan 10 orang di babak kedua, Barcelona tetap berusaha menekan. Lamine Yamal tampil impresif dengan beberapa aksi individu yang memecah konsentrasi lini belakang Atletico. Namun sentuhan akhir tak kunjung membuahkan hasil.

Sebaliknya, Atletico menunjukkan karakter khas tim asuhan Diego Simeone: sabar, disiplin, dan mematikan saat peluang datang.

Pada menit ke-70, umpan satu sentuhan Antoine Griezmann diteruskan crossing cepat Matteo Ruggeri yang langsung disambar Sørloth di depan gawang. Gol kedua itu membuat Camp Nou terdiam dan menggandakan keunggulan tim tamu menjadi 2-0.

Menariknya, total xG Atletico sepanjang laga hanya 0,45—namun dua gol tercipta dari peluang minim. Sebuah bukti efektivitas tinggi dan kematangan taktik.

Musso Tembok Terakhir, Barcelona Frustrasi

Sejumlah peluang emas Barcelona kembali kandas di tangan Musso. Tendangan bebas Rashford ditepis tipis hingga membentur mistar, sepakan Yamal diamankan, dan peluang Cancelo hanya membentur tiang.

Tekanan demi tekanan datang hingga menit akhir, tetapi Blaugrana gagal mencetak gol balasan. Bahkan João Cancelo sempat menerima kartu kuning setelah laga usai akibat protes kepada wasit—menandai frustrasi kubu tuan rumah.

Rekor Buruk Terpatahkan, Simeone Selangkah ke Semifinal

Kemenangan ini terasa spesial bagi Atletico. Mereka sebelumnya tak pernah menang tandang melawan sesama klub Spanyol di Liga Champions. Selain itu, Simeone juga belum pernah meraih kemenangan di Camp Nou dalam 18 lawatan sebelumnya.

Namun semua catatan negatif itu runtuh dalam satu malam.

Kini, Los Rojiblancos hanya perlu mempertahankan keunggulan di kandang sendiri untuk mengamankan tiket semifinal.

Misi Berat Barcelona di Metropolitano

Barcelona membutuhkan kemenangan minimal dua gol pada leg kedua untuk memaksakan perpanjangan waktu. Tantangan tersebut jelas tidak mudah.

Atletico dikenal solid saat bermain dengan agregat unggul, terlebih di hadapan publik Metropolitano. Namun sejarah Liga Champions juga menyimpan banyak kisah kebangkitan dramatis.

Pertanyaannya, mampukah Barcelona menciptakan remontada? Ataukah Atletico Madrid akan kembali menyingkirkan rival domestiknya di fase gugur Eropa?

Leg kedua dipastikan menjadi panggung penentuan nasib dua raksasa Spanyol di pentas tertinggi Eropa.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN