Thursday, August 27, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Polisi Usut Aliran Dana Pembelian Bahan Bom Molotov dan Sajam untuk Aksi di DPR

Mistar.idKamis, 27 Agustus 2026 pukul 15.22 WIB
polisi_usut_aliran_dana_pembelian_bahan_bom_molotov_dan_sajam_untuk_aksi_di_dpr_

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin (dua dari kiri) memberikan keterangan dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (27/8/2026). (Foto: Antara).

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Polda Metro Jaya masih menelusuri aliran dana yang diduga digunakan untuk membeli bahan pembuat bom molotov dan senjata tajam.

Barang-barang itu diamankan menjelang aksi penyampaian aspirasi di kawasan DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan penyidik sedang memeriksa transaksi keuangan dan keterangan sejumlah pihak terkait.

"Penyidik masih melakukan pemeriksaan serta penelusuran terhadap keterangan para pihak melalui transaksi keuangan dan bukti lainnya," ujar Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (27/8/2026).

Iman menyebut dana tersebut berasal dari tiga sumber, uang pribadi, pemberian pihak lain, dan penggalangan dana terbuka atau open donasi.

"Untuk sumber uang yang digunakan membeli bahan-bahan yang diduga akan digunakan membuat bom molotov dan pengadaan senjata tajam berasal dari uang pribadi, uang yang diberikan oleh pihak lain, maupun dana dari open donasi," jelasnya.

Hingga saat ini polisi belum membeberkan total dana yang terkumpul. Penyidik masih meminta data transaksi perbankan untuk mengetahui jumlah dan pihak yang terlibat.

"Ini sedang kita mintakan transaksi perbankannya, masih berproses," kata Iman.

63 Orang Diperiksa, 10 Masuk Klaster Pembiayaan

Sebanyak 63 orang telah diperiksa terkait rangkaian kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 10 orang masuk dalam klaster pembiayaan dan 53 orang lainnya masuk klaster pelaksana.

Pemeriksaan terhadap klaster pembiayaan difokuskan pada sumber dana, mekanisme pemberian, pola perekrutan, dan komunikasi antar pelaku.

"10 orang terduga sebagai perekrut dan penyedia dana dalam mempersiapkan aksi," kata Iman.

Penyidik juga mencocokkan keterangan saksi dengan barang bukti berupa komunikasi digital dan transaksi keuangan.

Barang Bukti Disita

Sebelumnya, polisi menyita sejumlah barang bukti di kawasan DPR/MPR. Di antaranya: 39 senjata tajam, 201 botol kaca lengkap sumbu yang diduga untuk bom molotov, 7 jeriken bensin, 2 pucuk airsoft gun, 25 gram gotri, 3 stik golf, 1 toa, 1 piloks, 11 tas ransel, 4 banner, 4 strip Tramadol, dan 2 strip Diazepam.

Iman mengatakan temuan barang berbahaya itu menjadi dasar penyidikan dan pencegahan.

Polisi menduga ada proses mobilisasi berjenjang melalui media sosial, mulai dari penyebaran ajakan, perekrutan, pengumpulan massa, hingga penyiapan sarana.

"Kita masih mendalami siapa saja yang memiliki peran dalam perekrutan, pembiayaan, penyediaan sarana, pengorganisasian massa, serta pihak yang memberi perintah," tutup Iman.(Antara/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN