Thursday, August 27, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Dari KKI 2026, Kopi Simalungun Kantongi LoI Ekspor 1 Ton ke Dubai

Mistar.idKamis, 27 Agustus 2026 pukul 16.24 WIB
dari_kki_2026_kopi_simalungun_kantongi_loi_ekspor_1_ton_ke_dubai

UMKM Binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar (foto: Dok Humas BI Siantar/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Kopi asal Simalungun membuka peluang masuk pasar Dubai. Takoma Coffee, UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar, mengantongi Letter of Intent (LoI) untuk rencana ekspor 1 ton biji kopi setelah mengikuti Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.

KKI 2026 berlangsung di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 20-23 Agustus 2026.

Kepala KPwBI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman mengatakan, capaian tersebut menjadi salah satu hasil dari keikutsertaan UMKM binaan daerah dalam ajang tahunan Bank Indonesia.

"KKI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi ekonomi daerah ke tingkat nasional dan global," ujar Ahmadi melalui keterangan tertulis yang diterima Mistar, Kamis (27/8/2026).

Menurut Ahmadi, Takoma Coffee berhasil melakukan business matching dan menandatangani LoI untuk rencana ekspor 1 ton biji kopi ke Dubai. Produsen kopi asal Simalungun itu juga tengah menjajaki peluang pasar di Singapura dan Malaysia.

Takoma Coffee bersama Oppung Berkah Coffee tampil di area Rasa Cangkir Nusantara dengan membawa kopi khas Simalungun.

Selain sektor kopi, KPwBI Pematangsiantar menghadirkan sejumlah UMKM binaan dari sektor fesyen dan kuliner. LPK Anugrah dan Bah Pison menampilkan koleksi ready to wear yang mengangkat unsur budaya lokal Sumatera Utara dengan sentuhan modern.

Sementara itu, UMKM Auraja memperkenalkan produk camilan berbahan andaliman, rempah khas Batak yang dikembangkan menjadi produk kuliner modern.

KKI 2026 dibuka Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming. Ajang tersebut menghadirkan 550 UMKM secara langsung dan 1.300 UMKM secara daring.

Bank Indonesia juga mendorong UMKM melakukan transformasi digital melalui tiga strategi utama, yakni e-farming untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, e-commerce untuk memperluas akses pasar digital, serta e-financing melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk memperkuat pencatatan laporan keuangan dan akses pembiayaan.

BI juga menyediakan BISAID sebagai basis data UMKM potensial dibiayai yang dapat menjadi referensi bagi lembaga keuangan.

Selama empat hari penyelenggaraan, KKI 2026 mencatat total penjualan UMKM sebesar Rp177,21 miliar, meningkat dibandingkan Rp130,84 miliar pada 2025.

Sementara business matching ekspor mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Adapun business matching pembiayaan mencapai Rp285 miliar. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN