Thursday, June 25, 2026
home_banner_first
MEDAN

Rico Waas Resmikan Digitalisasi Pasar Petisah, Cegah Kebocoran PAD dan Tingkatkan Transparansi

Mistar.idKamis, 25 Juni 2026 pukul 16.43 WIB
rico_waas_resmikan_digitalisasi_pasar_petisah_cegah_kebocoran_pad_dan_tingkatkan_transparansi

Wali Kota Medan, Rico Waas, saat meresmikan Sistem Pembayaran Kontribusi-Digitalisasi Pasar di Pasar Petisah, Kamis (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Untuk mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan meluncurkan Sistem Pembayaran Kontribusi-Digitalisasi Pasar di Pasar Petisah, Jalan Razak Baru, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (25/6/2026).

Program yang dijalankan bekerja sama dengan PT Bank Mandiri tersebut menjadi salah satu terobosan dalam transformasi pasar tradisional menuju sistem yang lebih modern dan transparan.

“Langkah PUD Pasar Kota Medan ini patut diapresiasi. Memang sudah seharusnya pasar tradisional mengikuti perkembangan zaman di era modern saat ini,” ujar Wali Kota Medan, Rico Waas, saat meresmikan program tersebut.

Rico mengakui masih banyak persoalan yang dihadapi pasar tradisional, mulai dari kondisi fisik pasar, kenyamanan, hingga pelayanan kepada pedagang dan pengunjung.

“Untuk itu, pasar tradisional memang harus bergerak. PUD Pasar Kota Medan selaku penanggung jawab harus bisa mengikuti semua perkembangan yang ada dengan memperhatikan kondisi pasar-pasar tradisional, terutama dalam hal kenyamanan pedagang maupun masyarakat yang datang berbelanja,” pesannya.

Dari sisi PAD, Rico menilai sistem digitalisasi dapat menekan potensi kebocoran pendapatan. Sebab, seluruh transaksi dapat dipantau secara bersama sehingga transparansi lebih mudah diwujudkan.

“Kita bisa melihat siapa yang sudah membayar dan siapa yang belum, sehingga tidak bisa main-main. Karena itu saya sangat mendukung langkah ini sebagai bagian dari perubahan. Namun jangan lupa, para pedagang juga harus terus dilatih agar mampu bahkan mahir berdagang secara online,” katanya.

Direktur Utama PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan, menjelaskan peluncuran sistem tersebut bukan sekadar mengubah metode pembayaran dari tunai menjadi digital, tetapi juga merupakan langkah besar dalam memperbaiki tata kelola perusahaan.

“Retail modern dan e-commerce terus berkembang, ditambah daya beli masyarakat yang fluktuatif. Jika kita tidak bertransformasi menuju sistem yang bersih, tertib, aman, dan profesional, maka kita akan tertinggal. Komitmen kami jelas, membangun sistem yang transparan,” ujarnya.

Menurut Anggia, kepercayaan publik tidak dibangun melalui perdebatan, melainkan melalui hasil kerja nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh pedagang maupun pemerintah.

“Kami berterima kasih atas arahan Pemerintah Kota Medan. Perjalanan ini tidak mudah dan banyak mendapat kritik. Namun kritik adalah bagian dari pengawasan yang membuat kami terus berbenah,” katanya.

Dukungan terhadap program digitalisasi pasar juga disampaikan Region CEO Bank Mandiri Region I/Sumatera 1, I Gede Raka Arimbawa. Menurutnya, Pasar Petisah merupakan salah satu pusat ekonomi penting di Kota Medan yang perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Digitalisasi merupakan sebuah keharusan untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan agar aktivitas bisnis para pedagang tidak terganggu. Bank Mandiri berkomitmen tidak hanya menyediakan sistem, tetapi juga memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para pedagang dan manajemen PUD Pasar agar proses transisi berjalan lancar,” ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN