Rico Waas Ajak Warga Medan Jaga Toleransi, Sebut Keberagaman Jadi Kekuatan Kota

Wali Kota Medan, Rico Waas saat membuka acara Sosialisasi Pengukuran E-Survey Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Kota Medan. (foto:Diskominfo Medan/mistar)
Medan, MISTAR.ID (10/7/2026) — Menjadi miniatur Indonesia, warga Kota Medan harus terus menjaga toleransi dan merawat keberagaman. Perbedaan yang ada harus semakin memperkuat persatuan, bukan memecah belah.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Medan, Rico Waas, saat membuka Sosialisasi Pengukuran E-Survey Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Kota Medan yang berlangsung di Gedung PKK Kota Medan, Jumat (10/7/2026).
“Sejak pendidikan dasar kita sudah diajarkan toleransi. Seiring berkembangnya zaman, tentu kita harus semakin solid menjaga keberagaman. Kalau perlu menjadi motor penggerak di Kota Medan,” pesannya.
Dikatakannya, tugas saat ini adalah menyampaikan kepada generasi penerus di Kota Medan agar dapat melanjutkan semua yang telah dibangun dalam menjaga perbedaan selama ini.
“Tugas kita mentransfer semua pengetahuan tentang keberagaman kepada adik-adik maupun anak-anak kita sekarang. Sehingga kebersamaan yang sudah kita pupuk selama ini bisa terus terjaga,” katanya.
Rico mencontohkan sebuah taman yang dihiasi puluhan hingga ratusan bunga dengan berbagai jenis.
“Jika di taman hanya ada satu bunga, tentu pengunjung akan bosan. Tapi kalau bunganya banyak, pengunjung pasti betah. Begitu juga dalam hidup ini. Makanya kami berkomitmen agar harmonisasi di Kota Medan terus dijaga,” pungkasnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kota Medan, Andi Mario Siregar, dalam laporannya menyampaikan bahwa survei ini dilaksanakan di 19 provinsi di Indonesia dan Provinsi Sumatera Utara terpilih dalam pengukuran indeks tersebut.
"Kegiatan ini dilaksanakan pada 10, 13, dan 14 Juli 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 500 orang. Tujuannya untuk memperoleh gambaran tingkat harmoni masyarakat sebagai dasar evaluasi, perencanaan, dan penyusunan kebijakan pembangunan daerah berbasis data yang mencakup dimensi ekonomi, sosial, budaya, dan keberagaman,” katanya. (hm27)
























