Monday, August 3, 2026
home_banner_first
MEDAN

Peneliti USU Ungkap Risiko Kesehatan Akibat Banjir di Desa Padang Tualang Langkat

Mistar.idSenin, 3 Agustus 2026 pukul 19.12 WIB
peneliti_usu_ungkap_risiko_kesehatan_akibat_banjir_di_desa_padang_tualang_langkat

Dosen Universitas Sumatera Utara (USU), Destanul Aulia, SKM, memaparkan potensi risiko kesehatan akibat banjir di Desa Padang Tualang, Kabupaten Langkat. (Foto: Berry/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) mengungkap potensi risiko kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak banjir di Desa Padang Tualang, Kabupaten Langkat.

Perwakilan tim, Destanul Aulia, SKM, menyampaikan temuan tersebut berdasarkan hasil observasi awal mengenai tingkat kerentanan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir.

"Terdapat beberapa sumber risiko utama akibat banjir, yaitu genangan air yang bertahan lama sehingga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta air keruh yang mencemari sumur dan sumber air bersih," ujarnya kepada Mistar, Senin (3/8/2026).

Destanul menjelaskan, risiko lainnya meliputi penumpukan sampah yang menjadi tempat berkembang biaknya lalat, kecoa, dan tikus, serta menimbulkan bau tidak sedap. Selain itu, lumpur dan air banjir berpotensi mengandung bakteri, parasit, maupun benda tajam yang membahayakan kesehatan.

Ia juga mengingatkan bahwa limbah ternak dan bangkai hewan yang mati akibat banjir dapat mencemari lingkungan. Di sisi lain, kemunculan hewan liar seperti tikus dan ular juga meningkatkan risiko gigitan maupun sengatan.

"Dampak kesehatan akibat banjir antara lain demam berdarah, malaria, chikungunya, diare, disentri, demam tifoid, penyakit kulit seperti gatal dan dermatitis, infeksi luka, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), leptospirosis, serta penyakit berbasis lingkungan lainnya," katanya.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) USU itu mengatakan kelompok yang paling rentan terdampak banjir meliputi bayi dan balita, ibu hamil, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta penderita penyakit kronis.

Untuk mengendalikan risiko tersebut, masyarakat diimbau segera membersihkan genangan air, lumpur, dan sampah, memastikan ketersediaan air bersih serta memeriksa kualitas sumber air. Selain itu, pengendalian nyamuk dan vektor penyakit lainnya juga perlu dilakukan.

Destanul juga menyarankan masyarakat mengelola limbah ternak dengan aman, menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan lingkungan, merebus air sebelum dikonsumsi, mencuci tangan menggunakan sabun, serta menjaga makanan tetap tertutup.

"Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan setelah banjir. Banjir meningkatkan risiko penyakit menular, penyakit kulit, dan gangguan pernapasan. Karena itu diperlukan langkah pencegahan yang cepat serta edukasi kepada masyarakat untuk mengatasi pencemaran lingkungan," ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN