Mahasiswa Bisa Jadi Motor Penggerak Perubahan Paradigma Bisnis Tradisional

Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Sutarto. (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut), Sutarto, mengatakan mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan dalam pembangunan daerah di tengah derasnya arus disrupsi teknologi.
Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga berperan sebagai inovator yang mampu menciptakan solusi baru di tengah dinamika perkembangan digital.
“Mahasiswa bisa menjadi motor penggerak perubahan paradigma bisnis tradisional dan menciptakan peluang-peluang baru yang sebelumnya tidak terpikirkan,” ucap Sekretaris PDI Perjuangan Sumut itu, Jumat (10/4/2026).
Disrupsi teknologi merupakan perubahan besar yang tidak hanya memengaruhi sistem bisnis dan industri, tetapi juga membentuk pola perilaku sosial masyarakat melalui kemajuan digital.
“Tantangan yang kita hadapi ke depan akan semakin kompleks. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu beradaptasi dengan percepatan teknologi, tetapi juga harus berkontribusi nyata dalam pembangunan,” ujarnya.
Perkembangan teknologi digital telah membuka berbagai peluang baru, khususnya di bidang komunikasi visual, media digital, hingga industri kreatif.
"Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas jaringan mereka. Kami juga mendorong transformasi digital untuk mendukung layanan publik yang lebih optimal," katanya.
Kemudian, peran penting mahasiswa lainnya adalah mengatasi kesenjangan digital di masyarakat. Salah satunya melalui inisiatif program pelatihan digital bagi masyarakat di lingkungan sekitar.
“Peran mahasiswa tidak terbatas di ruang akademik. Mereka bisa hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan membuka akses digital yang lebih luas,” katanya. (hm20)





















