Mahasiswa Diminta Bijak Kelola Dana KIP Kuliah

Ade Indah Hutasoit, Kreator Edukasi Isu Sosial dan Pendidikan. (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dinilai memberikan dampak besar dalam membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, terutama dalam meringankan beban biaya kuliah dan kebutuhan hidup selama menempuh studi.
Penerima KIP Kuliah, Ade Indah Hutasoit, menyebut bantuan yang diberikan cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mahasiswa, seperti tempat tinggal (uang kos), konsumsi, transportasi, hingga keperluan akademik.
“Kalau untuk bantuan hidup, menurutku cukup untuk cover kebutuhan dasar,” kata kreator edukasi isu sosial dan pendidikan itu kepada Mistar, Rabu (8/4/2026).
Ia mencontohkan bantuan hidup yang diterima di Universitas Sumatera Utara (USU) pada 2021 sekitar Rp5.700.000 per semester.
“Kalau dihitung masa kuliah aktif sekitar 4 bulan, berarti kurang lebih Rp1.400.000 per bulan. Menurutku cukup, tapi tetap tergantung gaya hidup, skala prioritas, dan mindset masing-masing,” tuturnya.
Meski demikian, ia menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak. Mahasiswa penerima KIP Kuliah diimbau untuk tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan tersebut dan tetap berupaya mencari pemasukan tambahan.
“Aku tetap berusaha cari pemasukan tambahan, misalnya freelance foto atau edit video. Karena kalau hanya bergantung pada dana KIP, cukup berisiko saat ada kebutuhan darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika mahasiswa memiliki pegangan lain, maka dana KIP Kuliah dapat digunakan sesuai tujuan utamanya. Sehingga tidak akan ‘kebobolan’ ke pengeluaran di luar urusan perkuliahan.
Ade juga mengingatkan agar dana tersebut tidak digunakan untuk hal yang bersifat konsumtif atau tidak mendesak. Penerima beasiswa harus membuat skala prioritas, membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
“Banyak penerima beasiswa yang khilaf saat pencairan dana pertama, langsung habis untuk hal yang sebenarnya tidak urgent, seperti pakaian mahal, healing, atau beli gadget yang tidak terlalu dibutuhkan,” katanya.
Menurutnya, dana KIP Kuliah berperan besar dalam membantu menyelesaikan pendidikannya. Ia menambahkan, dana KIP dapat dimanfaatkan untuk pengembangan diri, seperti mengikuti organisasi, pelatihan, hingga magang, selain itu juga memperluas relasi dan meningkatkan kemampuan.
“Bahkan di semester satu, aku menggunakan dana KIP Kuliah untuk membeli laptop demi menunjang perkuliahan, dan itu sah-sah saja selama memang benar-benar dibutuhkan. Yang keliru itu kalau dana KIP dipakai untuk hedon, flexing, atau foya-foya,” ucap Ade.
Saran Perbaikan untuk Program KIP Kuliah
Melihat dari pengalamannya sebagai penerima KIP Kuliah, Ade menyarankan agar bantuan beasiswa ini tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa baru, sebab banyak mahasiswa yang disebut baru mengetahui mengenai informasi KIP K setelah masuk ke semester dua atau tiga. “Menurutku ini layak dipertimbangkan,” katanya.
Selain itu, Ade juga menyoroti masih adanya penerima yang dinilai tidak tepat sasaran. Hal ini menunjukkan bahwa sistem verifikasi dan validasi masih perlu diperbaiki agar bantuan benar-benar diterima oleh yang membutuhkan.
“Ada yang datang ke kampus bawa mobil pribadi, nongkrong di kafe mahal, bahkan sering bolos kuliah. Penyebabnya pasti proses verifikasi belum sepenuhnya akurat,” tuturnya mengungkapkan.
Ia berharap ke depan program KIP Kuliah dapat semakin tepat sasaran, sinkronisasi data kependudukan dan pendidikan perlu diperbaiki agar keluarga mampu tidak ikut terdata sebagai penerima.
“Tolong desil-desil ini disesuaikan dengan kondisi ekonomi. Sistem pengaduan harus responsif. Kalau ada sanggahan soal kondisi ekonomi penerima, seharusnya bisa segera ditelusuri,” katanya.
Di akhir, ia berpesan agar penerima KIP Kuliah dapat memanfaatkan bantuan dengan sebaik mungkin dan berusaha menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
“Dan satu lagi, kalau kamu sudah jadi penerima KIP dan ada adik-adik yang bertanya soal tata caranya, tolong dibantu. Karena informasi kecil yang kita bagikan bisa jadi penyelamat masa depan orang lain,” ucap Ade. (Susan)
PREVIOUS ARTICLE
51 Siswa SMA Negeri 2 Lubuk Pakam Lulus PTN Jalur Prestasi





















