DPRD Sumut Dorong Pemprov Adaptasi Inovasi Jawa Barat untuk Tingkatkan PAD

Anggota Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga. (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Anggota panitia khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Sumatera Utara (Sumut), Zeira Salim Ritonga, mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) belajar tentang terobosan dan inovasi Pemerintah Jawa Barat dalam meningkatkan PAD melalui perkembangan teknologi.
Zeira Salim Ritonga menjelaskan saat ini Pansus PAD dalam tahap memaksimalkan kinerja dengan melakukan kunjungan kerja ke beberapa provinsi besar, salah satunya merupakan Provinsi Jawa Barat. Di sana DPRD mendapatkan beberapa saran, masukan strategis dalam mendorong peningkatan PAD secara optimal.
“Saat kami melaksanakan kunjungan ke Provinsi Jawa Barat, banyak ilmu yang kami dapatlah terkait peningkatan PAD. Salah satunya mempermudah pelayanan menggunakan teknologi AI dan elektronik,” ujarnya pada Mistar, Senin (29/6/2026).
Salah satu kinerja Pemerintah Provinsi Jabar adalah teknologi AI yang terintegrasi dari gerai Samsat daerah sampai ke provinsi secara real time dari detik per detik.
“Kecanggihan AI itu turut diiringi dengan pemanfaatan pelayanan yang mudah. Misalnya, dalam pembayaran pajak tidak harus menggunakan KTP asli pemilik awal. Begitu juga pada penyediaan portal customer service pada masing-masing gerai Samsat yang bisa dituntaskan saat itu juga,” katanya.
Selain itu, Politisi PKB itu menjelaskan bahwa penggunaan fasilitas ruang publik untuk mempermudah bayar pajak dan retribusi pada hari libur nasional menjadi salah satu bagian penting meningkatkan PAD Jabar.
“Jadi kenaikan pendapatan dari pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor terus menunjukkan peningkatan secara signifikan dari waktu ke waktu,” ucapnya.
Ia mengakui pemanfaatan AI itu berkat inovasi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, uang selalu aktif membuat branding dan mengedukasi masyarakat tentang bayar pajak dapat memberikan manfaat besar pada pembangunan jalan provinsi.
“Karena seperti kita lihat, Dedi Mulyadi mampu membranding bahwa pentingnya pembangunan infrastruktur melalui turun pada pembangunan jalan rusak dan menjelaskan bahwa pentingnya pembayaran pajak khususnya pada pajak kendaraan dalam mengatasi hal tersebut,” tuturnya.
Untuk itu, ia turut mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar dapat mengadaptasi inovasi tersebut, guna meningkatkan PAD dengan lebih maksimal. Pasalnya, ia menilai Sumut sangat mudah mencapai hal tersebut jika dapat melakukan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kita mendorong Pemprov Sumut untuk menciptakan terobosan baru seperti Jabar. Sudah saatnya Sumut ini dapat mengadaptasi dari inovasi tersebut. Kita yakin dan percaya, melalui kolaborasi yang baik seluruh pemangku kepentingan, PAD Sumut dapat meningkat secara maksimal seperti Jawa Barat,” ujarnya. (Ari)
Keterangan foto: anggota panitia khusus Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga. (Foto: Ari/Mistar)
PREVIOUS ARTICLE
Konflik Lahan Masyarakat vs PT Bridgestone, Komisi A DPRD Sumut Bakal Turun ke Lokasi





















