Monday, June 22, 2026
home_banner_first
MEDAN

Dari Terminal ke Gedung Rakyat: Perjalanan Timbul Sibarani Menaklukkan Kehidupan dan Politik

Mistar.idSabtu, 20 Juni 2026 pukul 10.57 WIB
AN
MA
dari_terminal_ke_gedung_rakyat_perjalanan_timbul_sibarani_menaklukkan_kehidupan_dan_politik

Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, Timbul Jaya Hamonangan Sibarani. (Foto: Ari/Mistar)

news_banner

Politisi Golkar, Timbul Jaya Hamonangan Sibarani saat mengenang masa membawa angkutan umum di salah satu terminal di Kota Pematangsiantar. (Foto: Istimewa/Mistar)

Usaha angkutan umum yang dirintis sejak muda masih tetap berjalan. Ia juga dipercaya memimpin Organisasi Angkutan Darat (Organda) Siantar-Simalungun.

Namun baginya, usaha tersebut bukan sekadar bisnis, melainkan sarana memberdayakan masyarakat yang menggantungkan hidup di sektor transportasi.

Kebiasaan sederhana yang telah dijalani sejak muda pun tidak berubah. Ia masih sering menghabiskan waktu di sebuah warung kopi langganannya di Pematangsiantar. Tempat itu bahkan telah menjadi semacam rumah aspirasi informal bagi masyarakat. Banyak warga, aktivis, hingga jurnalis yang mengetahui keberadaannya di sana.

“Kalau mau mencari saya, biasanya orang sudah tahu di warung kopi itu,” katanya sambil tersenyum.

Memasuki usia 58 tahun, Timbul mulai menikmati aktivitas lain di luar politik. Ia aktif mengembangkan perkebunan kopi dan durian. Dunia pertanian memberinya ruang untuk tetap produktif sekaligus lebih dekat dengan alam.

Sementara itu, kecintaannya terhadap dunia otomotif tidak pernah pudar. Hal itu tidak lepas dari masa mudanya yang tumbuh di lingkungan transportasi dan terminal. Bahkan ia pernah membuka usaha bengkel. Hingga saat ini, ia masih dipercaya sebagai Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Siantar-Simalungun.

Di sisi lain, terkait kemungkinan anak-anaknya mengikuti jejak politik, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pilihan masing-masing.

“Politik itu panggilan hati. Kalau memang mereka terpanggil, silakan. Kalau tidak, juga tidak masalah,” tuturnya.

Setelah lebih dari dua dekade berada di dunia politik, banyak orang bertanya apakah ia masih ingin terus menjadi anggota dewan. Timbul menjawab dengan sederhana.

“Selama masyarakat masih memberikan kepercayaan, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk terus mengabdi,” tegasnya.

Baginya, menjadi wakil rakyat bukan sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Karena itu, ia terus menjaga komunikasi dengan masyarakat melalui berbagai cara, baik secara formal maupun informal. Ia berusaha hadir di berbagai kegiatan sosial, pesta pernikahan, hingga acara-acara kemasyarakatan lainnya.

Kedekatan dengan masyarakat itulah yang selama ini menjadi fondasi perjalanan politiknya.

Kini, ketika sebagian besar hidupnya telah dihabiskan di dunia politik dan pengabdian publik, Timbul tetap memegang satu prinsip yang terus ia wariskan kepada generasi muda:

"Menghadapi hidup ini harus semangat dan berusaha. Jangan pernah mengerdilkan diri kita. Berpikir dan bercita-citalah setinggi mungkin," kata Timbul.

Kalimat sederhana itu menjadi cerminan perjalanan hidupnya sendiri. Dari seorang anak yang tumbuh di terminal, membantu ibunya melunasi utang keluarga, hingga dipercaya duduk di kursi legislatif tingkat provinsi.

Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan keyakinan pada diri sendiri dapat mengubah keterbatasan menjadi keberhasilan. (hm25)

Halaman:

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN