Saturday, June 20, 2026
home_banner_first
MEDAN

Dari Terminal ke Gedung Rakyat: Perjalanan Timbul Sibarani Menaklukkan Kehidupan dan Politik

Mistar.idSabtu, 20 Juni 2026 10.57
AN
MA
dari_terminal_ke_gedung_rakyat_perjalanan_timbul_sibarani_menaklukkan_kehidupan_dan_politik

Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, Timbul Jaya Hamonangan Sibarani. (Foto: Ari/Mistar)

news_banner

Lima tahun kemudian, saat menunaikan amanah rakyat, Pemilu 2009 mengantarkan dirinya kembali menjadi seorang anggota legislatif. Ia kembali meraih kemenangan dengan perolehan lebih dari 4.000 suara dan dipercaya menjadi Ketua Fraksi Golkar DPRD Simalungun.

Karier politiknya terus menanjak. Pada Pemilu 2014, ia kembali terpilih dengan raihan sekitar 5.000 suara dan dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua DPRD Simalungun sebagai representasi Partai Golkar. Puncaknya terjadi pada tahun 2015 ketika ia terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Simalungun.

Diketahui, di bawah kepemimpinannya, Golkar berhasil meraih sembilan kursi pada Pemilu 2019 dan mengantarkannya menjadi Ketua DPRD Simalungun. Keberhasilan itu berlanjut pada Pemilu 2024. Timbul maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dan berhasil memperoleh 43.700 suara.

Tidak hanya memenangkan pertarungan pribadi, ia juga sukses meningkatkan kekuatan Partai Golkar di Simalungun dari sembilan kursi menjadi 15 kursi. Bahkan, saat ini ia menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara yang membidangi Infrastruktur, Energi, dan Sumber Daya Mineral.

Politik adalah Ruang Pengabdian bagi Timbul Jaya Hamonangan Sibarani

Menurutnya, dunia politik bukanlah tempat untuk menyimpan dendam. Ia mengungkapkan, selama berkarier, ia mengaku pernah mengalami berbagai kekecewaan.

“Jabatan yang menurut aturan dan rekomendasi seharusnya menjadi hak saya pernah lepas di tengah jalan. Saya juga pernah dicopot dari posisi Ketua Fraksi karena tidak sejalan dengan pimpinan partai saat itu,” ucapnya.

Namun semua itu tidak pernah membuatnya berhenti. Dirinya yakin bahwa perjalanan hidup di terminal dengan mental yang kokoh akan menjadi salah satu kekuatan utama bagi dirinya dalam menjalani berbagai situasi di dunia politik.

“Saya tidak pernah mengurungkan niat dalam karier politik. Saya memilih berpikir positif. Kalau dulu saya tersingkir, mungkin karena saya masih lemah dan harus memperbaiki diri,” katanya.

Menurutnya, terlalu mudah menyalahkan orang lain atas kegagalan hanya akan menghambat perkembangan diri. Sebaliknya, setiap kegagalan harus dijadikan bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik.

Selama perjalanan hidupnya, ia turut membuka jalan pembangunan desa. Di antara berbagai pencapaiannya sebagai legislator, ada satu kebijakan yang paling membekas dalam ingatannya.

“Bersama rekan-rekan di DPRD Simalungun, saat itu kita memperjuangkan pemekaran 84 desa sebelum program Dana Desa dari pemerintah pusat diberlakukan,” ucapnya.

Ketika Dana Desa akhirnya lahir beberapa tahun kemudian, desa-desa hasil pemekaran tersebut turut menikmati aliran anggaran pembangunan yang signifikan.

Menurutnya, kebijakan itu menjadi salah satu langkah strategis yang berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan desa-desa di Kabupaten Simalungun.

“Sebelum ada Dana Desa, kami sudah memperjuangkan pemekaran. Ketika program itu berjalan, desa-desa yang baru terbentuk juga mendapat manfaat pembangunan,” ujarnya.

Meski kini menjabat sebagai anggota DPRD Sumatera Utara, Timbul tidak meninggalkan akar kehidupannya. Ia tetap menganggap dirinya sebagai anak terminal.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN