Lestarikan Kuliner Tradisional, Disbudparekrat Simalungun Gelar Festival Jajanan di Rest Area Cafe Antara

Kepala Dinas Budparekraft Simalungun, Franky Purba. (foto: istimewa/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf), Pemkab Simalungun akan menggelar Fajar Dewi Satu (Festival Jajanan Pasar Desa Wisata Sait Buttu) di kawasan Rest Area Cafe Antara, Desa Wisata Sait Buttu, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Minggu (21/6/2026).
Kegitaan ini digelar sebagai upaya melestarikan kuliner tradisional sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB itu akan menghadirkan sedikitnya 50 jenis jajanan pasar tradisional dan aneka minuman khas Nusantara yang dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Simalungun, Franky Purba, mengatakan pelaksanaan Festival Jajanan Pasar Dewi Satu merupakan bagian dari upaya pelestarian kuliner tradisional yang mulai jarang ditemui di tengah maraknya makanan modern.
"Pelaksanaan Fajar Dewi Satu merupakan bagian dari pelestarian dan upaya menjaga jajanan cita rasa Nusantara, serta makanan khas daerah agar tetap dikenal generasi muda," kata Franky, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi wisata, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal.
Franky mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun, khususnya warga Sidamanik dan Pamatang Sidamanik, untuk hadir meramaikan kegiatan tersebut. "Kami mengundang masyarakat untuk datang menikmati berbagai jajanan tradisional khas daerah," ucapnya.
Sebagai tahap awal, festival akan dilaksanakan satu kali setiap bulan. Namun, apabila animo masyarakat terus meningkat, pelaksanaannya direncanakan menjadi dua kali dalam sebulan. "Ke depan akan kita laksanakan dua kali dalam sebulan," tutur Franky.
Festival tersebut menghadirkan beragam jajanan tradisional seperti gatot kaca, tiwul, getuk, sawut, grontol, cenil, lupis, gemblong, wajik, klepon, lapis, mendut, lemet, kue cucur, putu ayu, kue talam, nagasari, onde-onde, pastel, kroket, bacem tahu, bacem tempe, aneka mie, pecal, lontong sayur hingga bubur.
Baca Juga: Cara Mengetahui Bakso yang Mengandung Boraks
Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati minuman tradisional seperti dawet, jamu, sereh selasih, teh sereh dan bir pletok. Seluruh transaksi telah didukung pembayaran digital melalui QRIS, sejalan dengan upaya percepatan digitalisasi daerah.
Tak hanya berburu kuliner, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai kegiatan menarik seperti pameran produk UMKM lokal, pertunjukan musik, permainan keluarga, kuis berhadiah, serta layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun pajak kendaraan bermotor dengan kesempatan memperoleh hadiah menarik.
Pelaksanaan Festival Jajanan Pasar Dewi Satu diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu memperkuat identitas budaya lokal, meningkatkan kunjungan wisata ke Desa Wisata Sait Buttu, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal.
BERITA TERPOPULER
























