Pertama di Pematangsiantar, Ada Menu Kerupuk Jangek Siram di Sate Padang Pagi dan Sore

Warung sate Padang Pagi dan Sore di Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Berawal dari kecintaan terhadap kuliner khas Minangkabau, pasangan pengusaha muda Wilda Kurniati dan Aldino sukses menggebrak pasar kuliner di Kota Pematangsiantar. Melalui brand Sate Padang Pagi dan Sore Bukittinggi, keduanya menghadirkan konsep unik yang belum pernah ada sebelumnya di kota ini.
Jika biasanya sate Padang identik dengan kuliner malam hari, warung sate yang berlokasi di Jalan Sipirok, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat ini justru sudah melayani pelanggan sejak sarapan pagi.
Wilda Kurniati menceritakan bahwa ide membuka usaha ini lahir dari cerita yang sederhana. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan aroma rempah masakan Padang karena sang nenek merupakan seorang penjual nasi Padang.
“Awalnya memang karena suka makan sate Padang. Ditambah lagi dulu nenek saya jualan nasi Padang, jadi sudah dekat dengan masakan Minang sejak kecil,” ujar Wilda saat berbincang dengan Mistar.
Melihat adanya peluang bisnis di mana belum ada penjual sate Padang yang buka di pagi hari di Pematangsiantar, Wilda dan Aldino pun nekat mengeksekusi ide tersebut.
Jam operasional Sate Padang Bukittinggi ini dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi pukul 07.30 WIB – 12.00 WIB, sangat cocok untuk menu sarapan dan sore pukul 16.00 WIB – 22.00 WIB.
“Di sini pagi-pagi sudah bisa menikmati sate Padang. Setahu kami, ini yang pertama dan belum ada konsep seperti ini di Pematangsiantar,” ucapnya.
Tidak hanya unggul dari segi jam operasional, Sate Padang Pagi dan Sore Bukittinggi juga melakukan inovasi pada menu yang disajikan agar tetap relevan dengan selera pasar saat ini.
Salah satu menu andalan yang paling diburu oleh para pencinta kuliner adalah Kerupuk Jangek Siram. Menu ini memadukan kerenyahan kerupuk kulit sapi khas Minang yang disiram dengan kuah sate kental kaya rempah yang autentik.
Selain itu, ada juga menu Mie Sate. Menu perpaduan mi instan atau mi kuning dengan kuah sate Padang ini sengaja dihadirkan untuk menarik minat kalangan muda, khususnya Generasi Z (Gen Z) yang menyukai variasi kuliner baru.
Meski baru berjalan sekitar enam bulan sejak resmi dibuka pada September tahun lalu, perkembangan bisnis kuliner ini terbilang cukup melesat. Pelanggan dari berbagai kalangan mulai dari pekerja kantoran, mahasiswa, hingga keluarga silih berganti berdatangan.
Menutup perbincangan, Wilda membagikan sedikit tips bagi para anak muda yang ingin memulai bisnis kuliner di Pematangsiantar.
“Membangun usaha kuliner itu tidak mudah, tantangan pasti ada. Namun intinya kita harus komitmen, konsisten, dan tetap optimis. Kalau kita serius menjalani usaha, pasti ada jalannya,” ucap Wilda.
Bagi Anda warga Pematangsiantar atau pelancong yang sedang melintasi kawasan Siantar Barat, Sate Padang Pagi dan Sore Bukittinggi ini bisa menjadi rekomendasi destinasi kuliner baru yang wajib dicoba. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Cara Mengetahui Bakso yang Mengandung BoraksBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER





















