Perpaduan Kopi dan Teh, Tren Minuman yang Hadirkan Sensasi Rasa Unik

Kopi dan teh. (Foto: Osobystist/Getty Images)
Jakarta, MISTAR.ID
Meski sama-sama populer sebagai minuman berkafein, kopi dan teh sebenarnya berasal dari tanaman yang berbeda dan memanfaatkan bagian tanaman yang tidak sama. Namun, perbedaan tersebut justru menjadi alasan mengapa keduanya dapat menciptakan kombinasi rasa yang unik ketika disajikan dalam satu gelas.
Kopi dan teh memiliki sejumlah kesamaan karakter, seperti kandungan kafein, keberadaan tanin, serta nuansa rasa hasil proses pemanggangan. Saat dipadukan, keduanya mampu menghasilkan rasa yang lebih kompleks dan berlapis dibandingkan ketika dinikmati secara terpisah.
Karakter teh yang cenderung ringan dengan sentuhan aroma floral dapat memperkuat nuansa serupa pada kopi sekaligus meredam kesan pahit yang terlalu dominan. Sebaliknya, kopi membantu menyeimbangkan rasa sepat yang sering muncul pada teh hitam dengan kandungan tanin tinggi.
Perpaduan ini menciptakan pengalaman minum yang lebih kaya, baik dari sisi aroma, rasa, maupun tekstur. Ibarat melihat gambar yang awalnya datar menjadi lebih berdimensi, kombinasi kopi dan teh menghadirkan kedalaman rasa yang lebih luas.
Meski demikian, menyatukan dua minuman dengan karakter kuat tersebut memerlukan elemen penyeimbang. Dalam berbagai kreasi minuman berbasis kopi dan teh yang berkembang saat ini, susu dan pemanis menjadi komponen utama yang berperan menyelaraskan rasa.
Lemak yang terkandung dalam susu membantu menyatukan karakter kopi dan teh sekaligus memberikan tekstur yang lebih lembut. Sementara itu, sedikit tambahan gula atau pemanis lain berfungsi mengharmoniskan rasa tanpa harus membuat minuman menjadi terlalu manis.
"Rasanya kaya dan selembut sutra," ujar Genevieve Yam, seorang jurnalis kuliner yang tumbuh besar di Hong Kong, dilansir dari Serious Eats, Senin (8/6/2026).
"Teh dan kopi saling melengkapi dengan baik, dan Anda akan mendapatkan rasa yang lebih seimbang daripada jika Anda hanya meminum teh atau kopi secara terpisah," lanjut Genevieve.
Tradisi Lama yang Kembali Populer
Menggabungkan kopi dan teh bukanlah inovasi baru. Di Hong Kong, minuman bernama yuanyang telah lama menjadi bagian dari budaya kuliner setempat dan dapat ditemukan di banyak kedai tradisional.
Yuanyang umumnya dibuat dengan mencampurkan kopi seduh dan teh hitam dalam perbandingan yang relatif seimbang. Campuran tersebut kemudian diperkaya dengan susu kental manis, susu evaporasi, atau kombinasi keduanya. Minuman ini dapat disajikan hangat maupun dingin.
Konsep serupa juga berkembang di Singapura dan Malaysia melalui minuman yang dikenal sebagai kopi cham. Bahan dasarnya hampir sama, yakni teh hitam, kopi seduh, dan susu kental manis.
Lahirnya Beragam Kreasi Modern
Popularitas minuman kopi-teh terus berkembang seiring munculnya berbagai kreasi baru di kafe modern. Banyak racikan masa kini menggunakan espreso sebagai basis untuk menciptakan kombinasi rasa yang lebih berani.
Salah satu yang paling dikenal adalah Dirty Chai Latte, yakni chai latte yang dipadukan dengan satu shot espreso. Ada pula Dirty Matcha Latte yang menggabungkan matcha dengan espreso untuk menghasilkan perpaduan rasa teh hijau dan kopi dalam satu sajian.
Varian lainnya adalah Dirty London Fog, pengembangan dari London Fog tradisional yang berbasis Earl Grey latte. Tambahan espreso pada minuman ini menciptakan perpaduan aroma jeruk bergamot, kelembutan susu, dan karakter kopi panggang ringan yang lebih mendalam.
Perkembangan berbagai minuman tersebut menunjukkan bahwa kopi dan teh tidak selalu harus dipilih salah satu. Ketika diracik dengan komposisi yang tepat, keduanya justru dapat menghadirkan pengalaman rasa yang lebih seimbang, kaya, dan unik. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Pertama di Pematangsiantar, Ada Menu Kerupuk Jangek Siram di Sate Padang Pagi dan SoreBERITA TERPOPULER




















