Friday, June 5, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Lagi Tren Rendam Teh Celup di Dalam Susu, Dokter Spesialis Gizi Ungkap Faktanya

Mistar.idKamis, 22 Januari 2026 05.00
EH
lagi_tren_rendam_teh_celup_di_dalam_susu_dokter_spesialis_gizi_ungkap_faktanya

Teh susu. (Foto: Freepik)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Tren merendam teh celup di dalam susu semalaman belakangan ramai di media sosial. Cara ini disebut-sebut dapat menghasilkan cita rasa minuman yang lebih kuat. Banyak warganet menganggapnya aman selama minuman tidak berbau atau berubah warna. Namun, dari sisi kesehatan dan keamanan gizi, praktik ini justru berisiko.

Dokter Spesialis Gizi, Johanes Chandrawinata, menegaskan bahwa mencampur teh dengan susu lalu membiarkannya semalaman, terutama pada suhu ruangan, tidak dianjurkan.

“Susu mengandung gula dan protein, sehingga menjadi media yang sangat baik bagi pertumbuhan bakteri. Jika dibiarkan lama, risikonya meningkat,” kata Johanes, dilansir dari CNN Indonesia, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, teh saja sudah dapat menjadi media tumbuh bakteri karena mengandung gula dan asam amino. Ketika dicampur susu, laju pertumbuhan bakteri menjadi jauh lebih cepat, terutama tanpa pendinginan.

Bahaya dari teh susu yang dibiarkan semalaman tidak selalu terlihat secara kasatmata. Minuman dapat tampak normal, tetapi sudah terkontaminasi bakteri yang berisiko menyebabkan diare, nyeri perut, hingga infeksi saluran pencernaan.

Selain itu, Johanes menjelaskan bahwa kandungan gizi susu juga dapat berubah akibat aktivitas bakteri. Proses ini dapat memicu fermentasi yang tidak terkontrol.

“Kalau bakterinya tumbuh, nilai gizi susunya berubah. Rasanya juga bisa aneh, mirip yogurt, tapi bukan hasil fermentasi yang terkontrol,” ujarnya.

Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi rasa, tetapi juga menurunkan kualitas protein dan zat gizi lainnya. Sementara itu, teh yang dibiarkan terlalu lama juga akan mengalami oksidasi sehingga rasanya menjadi lebih pahit dan aromanya berkurang.

Johanes menyebut batas aman konsumsi teh, baik dicampur susu maupun tidak, adalah dua hingga empat jam setelah diseduh jika berada di suhu ruangan. Lebih dari itu, risiko kesehatan meningkat.

“Kalau belum habis, sebaiknya langsung disimpan di kulkas. Jangan dibiarkan di luar,” ucapnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa teh susu tetap tidak disarankan untuk disimpan terlalu lama, sekalipun di lemari pendingin. Minuman sebaiknya dikonsumsi sesegera mungkin setelah dibuat.

Jika ingin menikmati teh susu dingin, Johanes menyarankan teh didinginkan terlebih dahulu, lalu dicampur susu dan disimpan di kulkas dalam waktu singkat.

Ia mengingatkan, tren merendam teh di susu semalaman bukan sekadar soal selera, melainkan juga menyangkut keamanan pangan dan kesehatan.

“Menghindari kebiasaan ini bisa membantu mencegah gangguan pencernaan dan risiko kesehatan yang sering kali tidak disadari,” tuturnya. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN