Thursday, August 13, 2026
home_banner_first
KULINER

Kenapa Makanan Pedas Justru Bikin Perasaan Nyaman?

Mistar.idKamis, 13 Agustus 2026 pukul 05.30 WIB
kenapa_makanan_pedas_justru_bikin_perasaan_nyaman

Makanan pedas. (Foto: RRI/Ratih)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Bagi banyak orang, sambal dan makanan pedas bukan sekadar pelengkap. Sensasi panas dari cabai justru membuat makanan terasa semakin nikmat dan menggugah selera.

Di balik sensasi tersebut, tubuh ternyata menjalankan sejumlah respons ketika berhadapan dengan capsaicin, senyawa yang membuat cabai terasa pedas.

Gastroenterolog Savita Srivastava, MD, menjelaskan rasa terbakar setelah menyantap cabai sebenarnya bukan luka bakar sungguhan. Sensasi itu muncul karena cara capsaicin berinteraksi dengan sistem saraf.

"Saat kamu menggigit cabai merah yang pedas, kamu sebenarnya tidak sedang mengalami luka bakar kimiawi pada lapisan usus, melainkan kamu sedang merasakan interaksi usus dan otak secara nyata," ucapnya, dilansir dari Real Simple, Kamis (13/8/2026).

Capsaicin bekerja dengan menempel pada reseptor TRPV1 (Transient Receptor Potential Vanilloid 1), yaitu reseptor yang berperan mendeteksi panas dan rasa sakit. Ketika reseptor tersebut aktif, otak menerima sinyal seolah-olah tubuh sedang terkena suhu tinggi.

Respons perlindungan tubuh pun ikut bekerja. Otot usus dan lapisan mukosa berupaya mengeluarkan capsaicin. Pergerakan usus dapat menjadi lebih cepat, sementara sekresi cairan ke dalam saluran pencernaan meningkat.

"Usus mempercepat peristaltik dan meningkatkan sekresi cairan ke dalam lumen usus," kata Srivastava.

Tubuh juga merespons rasa panas tersebut dengan melebarkan pembuluh darah. Akibatnya, wajah bisa memerah dan tubuh terasa lebih hangat.

Menariknya, otak turut melepaskan hormon yang membantu meredakan rasa sakit. Respons inilah yang pada sebagian orang justru menimbulkan sensasi nyaman atau euforia setelah menyantap makanan pedas.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN