Friday, September 4, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

WHO Ungkap 4 dari 10 Kasus Kanker Bisa Dicegah, Ini Faktor Risikonya

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 16.25 WIB
who_ungkap_4_dari_10_kasus_kanker_bisa_dicegah_ini_faktor_risikonya

WHO Ungkap 4 dari 10 Kasus Kanker Bisa Dicegah, Ini Faktor Risikonya. (foto ilustrasi:gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (4/9/2026) — Kanker tidak selalu dapat dicegah karena usia, faktor genetik, dan kondisi biologis turut memengaruhi risikonya. Namun, laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan International Agency for Research on Cancer (IARC) menunjukkan peluang pencegahan kanker ternyata cukup besar.

Analisis global WHO/IARC memperkirakan 37 persen kasus kanker baru pada 2022, atau sekitar 7,1 juta dari 18,7 juta kasus, berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Angka itu berarti hampir 4 dari 10 kasus kanker secara global.

Studi tersebut menganalisis 30 faktor risiko yang dapat dicegah pada 36 jenis kanker di 185 negara. Faktor yang diperhitungkan mencakup tembakau, alkohol, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, polusi udara, radiasi ultraviolet (UV), paparan di tempat kerja, serta sejumlah infeksi penyebab kanker.

Rokok Jadi Faktor Risiko Kanker Terbesar

Dari berbagai faktor yang dianalisis, tembakau menjadi penyebab kanker yang dapat dicegah terbesar di dunia.

WHO/IARC memperkirakan penggunaan tembakau berkaitan dengan sekitar 15 persen seluruh kasus kanker baru pada 2022. Setelah tembakau, infeksi penyebab kanker menyumbang sekitar 10 persen dan konsumsi alkohol sekitar 3 persen.

Karena itu, berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok menjadi salah satu langkah paling penting untuk menurunkan risiko kanker.

10 Kebiasaan dan Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker

Tidak semua faktor risiko kanker berupa kebiasaan pribadi. Sebagian berkaitan dengan lingkungan, pekerjaan, maupun infeksi. Berikut beberapa faktor yang penting diperhatikan.

1. Merokok dan penggunaan tembakau

Tembakau merupakan faktor risiko terbesar dalam analisis WHO/IARC. Paparannya berkaitan dengan berbagai jenis kanker, dengan kanker paru menjadi salah satu yang paling kuat hubungannya.

2. Konsumsi alkohol

Alkohol merupakan karsinogen dan berkaitan dengan sejumlah kanker, termasuk kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, hati, kolorektal, serta kanker payudara pada perempuan.

3. Berat badan berlebih atau obesitas

Indeks massa tubuh yang tinggi berkaitan dengan sejumlah kanker, antara lain kanker kerongkongan, kolorektal, payudara setelah menopause, endometrium, dan ginjal.

4. Kurang aktivitas fisik

Kurangnya aktivitas fisik termasuk faktor yang dapat dimodifikasi. Aktif bergerak secara rutin membantu menjaga berat badan dan berkaitan dengan penurunan risiko sejumlah penyakit, termasuk beberapa jenis kanker.

5. Pola makan yang tidak sehat

Pola makan merupakan bagian dari faktor yang dapat memengaruhi risiko kanker, terutama melalui kaitannya dengan berat badan dan kesehatan metabolik. Karena itu, pola makan sehat perlu menjadi bagian dari pencegahan kanker.

6. Paparan polusi udara

Polusi udara merupakan faktor lingkungan yang dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker paru. Pencegahannya tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga membutuhkan kebijakan untuk memperbaiki kualitas udara.

7. Paparan sinar UV berlebihan

Radiasi ultraviolet merupakan penyebab kanker kulit yang dapat dicegah. Mengurangi paparan berlebihan dan menggunakan perlindungan terhadap sinar UV dapat membantu menurunkan risikonya.

8. Infeksi penyebab kanker

Beberapa infeksi kronis dapat menyebabkan kanker. WHO/IARC dalam analisis terbaru memasukkan sembilan agen infeksi penyebab kanker, termasuk human papillomavirus (HPV), hepatitis B, hepatitis C, dan Helicobacter pylori.

9. Paparan karsinogen di tempat kerja

Pekerja pada sektor tertentu dapat terpapar bahan yang bersifat karsinogenik. Analisis IARC mencakup 13 jenis paparan di tempat kerja, sehingga perlindungan dan pengendalian paparan menjadi bagian penting dalam pencegahan.

10. Mengabaikan pencegahan dan deteksi dini

Pencegahan kanker juga mencakup vaksinasi terhadap infeksi penyebab kanker serta pemeriksaan atau skrining yang direkomendasikan untuk jenis kanker tertentu.

Apakah Kurang Olahraga Bisa Meningkatkan Risiko Kanker?

Ya. Kurang aktivitas fisik termasuk faktor risiko kanker yang dapat dimodifikasi.

Namun, bukan berarti orang yang jarang berolahraga pasti terkena kanker. Kanker merupakan penyakit kompleks yang dipengaruhi banyak faktor.

Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga berat badan dan menjadi bagian dari pola hidup yang mendukung kesehatan jangka panjang.

Polusi Udara Bisa Menyebabkan Kanker?

Bisa.

WHO/IARC memasukkan polusi udara sebagai salah satu faktor risiko yang dapat dicegah. Paparan polusi udara terutama berkaitan dengan peningkatan risiko kanker paru.

Temuan ini juga menunjukkan bahwa pencegahan kanker tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu. Kualitas udara dipengaruhi pula oleh kebijakan di sektor transportasi, energi, industri, dan lingkungan.

Obesitas Meningkatkan Risiko Kanker Apa Saja?

Berat badan berlebih atau obesitas berkaitan dengan beberapa jenis kanker, termasuk:

- kanker kerongkongan;

- kanker kolorektal;

- kanker payudara setelah menopause;

- kanker endometrium;

- kanker ginjal.

Menjaga berat badan sehat karena itu bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi juga bagian dari upaya mengurangi berbagai risiko kesehatan.

Infeksi Apa yang Bisa Menyebabkan Kanker?

Tidak semua infeksi menyebabkan kanker. Namun, sejumlah agen infeksi telah terbukti berkaitan dengan kanker tertentu.

Dalam analisis WHO/IARC, infeksi merupakan faktor kedua terbesar setelah tembakau dalam kontribusinya terhadap kasus kanker yang dapat dicegah. Infeksi yang diperhitungkan antara lain HPV, hepatitis B, hepatitis C, dan Helicobacter pylori.

Tiga jenis kanker—paru, lambung, dan serviks—menyumbang hampir setengah dari seluruh kasus kanker yang dapat dicegah secara global. Kanker paru terutama berkaitan dengan merokok dan polusi udara, kanker lambung banyak dikaitkan dengan H. pylori, sedangkan kanker serviks sebagian besar disebabkan HPV.

Cara Menurunkan Risiko Kanker Sejak Muda

Temuan WHO/IARC tidak berarti semua kanker bisa dicegah. Namun, data tersebut menunjukkan bahwa banyak faktor risiko berada dalam ruang pencegahan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan sejak usia muda antara lain:

- tidak merokok dan menghindari asap rokok;

- membatasi atau menghindari alkohol;

- menjaga berat badan sehat;

- rutin melakukan aktivitas fisik;

- menerapkan pola makan sehat;

- melindungi kulit dari paparan UV berlebihan;

- mengikuti vaksinasi yang direkomendasikan, termasuk HPV dan hepatitis B;

- mengurangi paparan karsinogen di lingkungan maupun tempat kerja;

- mengikuti pemeriksaan kesehatan dan skrining kanker sesuai rekomendasi.

Hampir 4 dari 10 Kasus Punya Faktor yang Bisa Dicegah

Pesan utama laporan WHO/IARC bukan bahwa kanker sepenuhnya dapat dihindari. Sebagian kanker tetap terjadi meski seseorang menjalani gaya hidup sehat.

Namun, sekitar 37 persen kasus kanker baru pada 2022 berkaitan dengan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Artinya, pencegahan memiliki potensi besar untuk mengurangi beban kanker di tingkat masyarakat.

Upaya tersebut tidak hanya membutuhkan perubahan perilaku individu. Pengendalian tembakau dan alkohol, vaksinasi, lingkungan dengan udara yang lebih bersih, tempat kerja yang aman, serta akses terhadap pencegahan dan deteksi dini juga menjadi bagian penting dari pengendalian kanker.

Dengan kata lain, tidak semua kanker bisa dicegah, tetapi banyak faktor risikonya dapat dikurangi.

(who/nature/iarc/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN