Ketua Umum IDAI: Indonesia Butuh Sekitar 6.000 Dokter Spesialis Anak, Tantangan Utama Ada pada Distribusi

Dokter Spesialis Anak se-Indonesia mengikuti acara PCU XIV IDAI Sumut di Medan. (foto:berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID (24/7/2026) – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio(K), menyebut kebutuhan dokter spesialis anak di Indonesia untuk menangani layanan kesehatan anak di seluruh wilayah Tanah Air.
"Berdasarkan perhitungan kami dengan Kementerian Kesehatan tahun 2023–2024, hitung-hitungan jumlah minimal dokter anak yang kita butuhkan di Indonesia kira-kira 6.000 Sp.A," ujarnya kepada Mistar, Jumat (24/7/2026).
Piprim menjelaskan, kebutuhan dokter anak di Indonesia sebenarnya sudah hampir tercukupi. Menurutnya, jika IDAI dan Kementerian Kesehatan membangun sistem serta distribusi yang baik, target 6.000 dokter spesialis anak (Sp.A) tersebut sudah memadai, asalkan tersebar secara merata.
Menurutnya, permasalahan kebutuhan dokter anak saat ini terletak pada distribusi yang belum optimal. Meskipun dari total 514 kabupaten/kota, hampir seluruhnya sudah memiliki dokter spesialis anak.
Mengenai ketersediaan dokter anak di daerah, dokter Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Depok itu menegaskan bahwa belum semua puskesmas dapat mengakses layanan dokter spesialis anak dengan leluasa.
"Saya kira distribusi dokter anak juga masih menjadi pekerjaan rumah. Masalah distribusi ini sebenarnya sudah menjadi ranah pemerintah dalam mengatasi persoalan tersebut," katanya.
Ia menekankan bahwa IDAI sebagai organisasi profesi terus berupaya merangkul dan membina profesionalisme para dokter spesialis anak agar tetap kompeten dan profesional dalam memberikan layanan kesehatan. (hm27)
BERITA TERPOPULER





Makna Julukan “Pemimpin Kancil” dari Prabowo: Kritik Politik atau Cermin Sistem Elektoral Indonesia?

BERITA TERPOPULER





Makna Julukan “Pemimpin Kancil” dari Prabowo: Kritik Politik atau Cermin Sistem Elektoral Indonesia?














