Thursday, July 23, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

IDAI Dorong Dokter Anak Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan

Mistar.idKamis, 23 Juli 2026 pukul 20.48 WIB
idai_dorong_dokter_anak_manfaatkan_ai_untuk_tingkatkan_layanan_kesehatan_

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K). (foto:berry/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Sudah saatnya tenaga kesehatan khususnya para dokter anak di Indonesia memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dengan sikap yang positif dalam peningkatan layanan kesehatan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K) kepada Wartawan, saat temu pers dalam Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 di Hotel Santika Dyandra, Medan.

"Saya kira sudah saatnya menyingkapi AI dengan sikap positif ya, karena kita tidak mungkin against atau melawan kehadiran AI, istilahnya kita memanfaatkan atau kita dilindas oleh zaman," ujar Piprim, Kamis (23/7/2026).

Selain melek dengan AI, Piprim menegaskan para dokter juga tetap harus memperhatikan koridor etik dalam memberikan layanan kesehatan, karena AI hanya sekadar alat dan tidak bisa menggantikan dokter.

Menurutnya, AI tidak bisa berempati, tidak bisa membuat keputusan yang sesuai dengan hasil yang diinginkan keluarga pasien, sehingga layanan kesehatan tetap harus dilakukan oleh para dokter.

"Dokter bisa mensinergikan kecanggihan AI dengan empati dari seorang dokter, maka pengambilan keputusan akan membuat dokter bisa menerapkan value based healthcare atau value based medicine," katanya.

Pemanfaatan AI, dikatakan Piprim, bisa meningkatkan layanan kesehatan dan istilahnya beban biaya layanan kesehatan bisa dilakukan seefisien mungkin, maka AI dapat membantu dokter menangani pasien.

Selain pemanfaatan AI, konsep telemedicine atau layanan kesehatan jarak jauh yang menggunakan teknologi juga sangat perlu diterapkan di Indonesia dengan sangat optimal dalam menangani pasien.

"Konsultan jantung anaknya juga terbatas, dengan telemedicine yang terstruktur rapi, diharapkan bisa membuat disparitas atau kesenjangan layanan kesehatan di daerah terpencil bisa diminimalkan dengan adanya AI dan telemedicine," ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN