Hingga Akhir 2025, Dinkes Simalungun Catat 121.912 Layanan CKG di 46 Kecamatan

Pelayanan masyarakat di Puskesmas Parapat. (foto: istimewa/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Simalungun menunjukkan capaian signifikan. Hingga 29 Desember 2025, tercatat 121.912 layanan CKG dilaksanakan di 46 puskesmas pada 32 kecamatan, dan telah menjangkau warga dari berbagai kelompok usia dan sasaran.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Simalungun, Rosman Saragih, mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat, serta masifnya pelaksanaan layanan promotif dan preventif di fasilitas kesehatan di wilayah Habonaron do Bona.
"CKG dilaksanakan secara merata di seluruh puskesmas, dengan sasaran mulai dari bayi hingga lansia. Ini bagian dari upaya memperkuat deteksi dini dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat," ujar Rosman, Jumat (23/1/2026).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Simalungun, kelompok pelajar menjadi sasaran dominan dalam layanan CKG. Tercatat, pelajar Sekolah Dasar (SD) baik perempuan maupun laki-laki mencapai 45.878 orang, disusul pelajar SMP sebanyak 18.867 orang, dan pelajar SMA 10.540 orang. Angka ini menunjukkan fokus pemerintah daerah dalam membangun fondasi kesehatan sejak usia sekolah.
Selain itu, layanan CKG juga menjangkau 7.365 anak dan 214 bayi, sebagai bagian dari upaya pemantauan tumbuh kembang dan pencegahan masalah kesehatan sejak dini. Sementara pada kelompok usia dewasa, tercatat 26.954 laki-laki dewasa dan 35.536 perempuan dewasa telah memanfaatkan layanan ini.
Pada kelompok lanjut usia, layanan CKG menjangkau 9.396 lansia perempuan dan 5.588 lansia laki-laki, yang menjadi sasaran penting dalam pencegahan penyakit tidak menular serta peningkatan kualitas hidup lansia. "Jumlah pendaftar seluruhnya mencapai 160.338 warga," ucapnya.
Rosman menegaskan ke depan Dinas Kesehatan Simalungun akan terus mengintensifkan sosialisasi dan pelayanan CKG agar semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.
"Harapannya CKG tidak hanya menjadi layanan sesaat, tetapi budaya hidup sehat bagi masyarakat Simalungun," katanya.
PREVIOUS ARTICLE
Ahli Gizi: Kecapi Aman, Masalahnya Soal Kebiasaan



















