Ahli Gizi: Kecapi Aman, Masalahnya Soal Kebiasaan

Buah kecapi. (Foto: Sumatera Ekspress)
Jakarta, MISTAR.ID
Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat, dr Tan Shot Yen, menegaskan bahwa dari sisi gizi, buah kecapi tidak bermasalah untuk dikonsumsi anak-anak.
“Bisa dikonsumsi anak-anak, karena mengandung antioksidan dan berperan dalam meningkatkan imunitas, seperti buah pada umumnya,” ujarnya, dilansir dari detikhealth, Jumat (23/1/2026).
Menurut dr Tan, buah kecapi mengandung vitamin C, mineral, serta senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Penolakan yang muncul, kata dia, lebih disebabkan oleh faktor ketidakterbiasaan.
“Banyak anak dan masyarakat memang tidak familiar dengan buah kecapi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran edukasi dalam program pangan, terutama saat memperkenalkan bahan pangan lokal yang jarang dikonsumsi sehari-hari.
“Kalau tidak dikenalkan sejak awal, makanan lokal akan terus dianggap asing,” tuturnya.
Aman dikonsumsi, asal tanpa biji
Buah kecapi atau santol (Sandoricum koetjape) dikenal luas di kawasan Asia Tenggara dan telah lama dimanfaatkan, baik sebagai buah konsumsi maupun dalam pengobatan tradisional. Sejumlah publikasi ilmiah mencatat bahwa buah, daun, dan batang kecapi mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, limonoid, dan terpenoid.
Mengacu pada sejumlah studi yang tercatat di PubMed, senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi. Salah satu kandungan pentingnya, koetjapic acid, bahkan diteliti memiliki potensi antiinflamasi dan antikanker.
Namun, dr Tan mengingatkan bahwa biji kecapi bersifat toksik dan tidak boleh dikonsumsi. Karena itu, buah kecapi aman diberikan selama diolah dan disajikan dengan benar, tanpa menyertakan bijinya.
Ia menegaskan bahwa penyusunan menu MBG sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan kandungan gizi, tetapi juga tekstur, rasa, kebiasaan makan anak, serta kesiapan edukasi kepada penerima manfaat.
“Bukan hanya soal gizinya, tapi juga bagaimana anak-anak bisa menerima dan menikmatinya,” kata dr Tan.
Diberitakan sebelumnya, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Gunung Sindur, Desa Pengasinan 1, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan publik setelah diketahui menyertakan buah kecapi dalam menu. Video pembagian makanan tersebut viral di media sosial sejak Senin (19/1/2026) dan memicu kritik karena dinilai kurang sesuai bagi penerima manfaat yang mayoritas merupakan balita serta siswa PAUD, TK, dan SD.
Menanggapi polemik tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pengasinan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Kepala SPPG Bogor Gunung Sindur Pengasinan menyatakan permintaan maaf atas ketidaksesuaian menu yang disajikan kepada penerima manfaat. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @sppgdesapengasinan pada Selasa (20/1/2026).
SPPG menjelaskan, pemilihan buah kecapi dilakukan sebagai upaya mengenalkan buah-buahan lokal kepada anak-anak. Namun, menyusul respons negatif yang muncul, pihaknya berkomitmen melakukan evaluasi agar pemilihan menu ke depan lebih mempertimbangkan aspek penerimaan anak. (hm20)























