Saturday, October 24, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Alasan Pisang Selalu Tersedia di Pos Refreshment Marathon

Mistar.idMinggu, 25 Oktober 2026 pukul 05.30 WIB
alasan_pisang_selalu_tersedia_di_pos_refreshment_marathon

Pisang. (Foto: Traveloka)

Jakarta, MISTAR.ID – Pisang menjadi salah satu buah yang hampir selalu ditemukan di pos refreshment dalam ajang lari marathon. Kehadirannya bukan tanpa alasan. Kandungan karbohidrat, kalium, dan berbagai vitamin di dalamnya menjadikan pisang sebagai pilihan praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pelari, baik peserta Half Marathon (HM) maupun Full Marathon (FM).

Selain kaya nutrisi, pisang juga mudah dikonsumsi saat perlombaan berlangsung karena tidak membutuhkan pengolahan atau persiapan khusus.

Dalam ajang marathon, refreshment merupakan titik penyegaran yang disediakan di sepanjang lintasan maupun garis finis. Fasilitas ini biasanya menyediakan air mineral, minuman olahraga, hingga makanan untuk membantu pelari menjaga asupan cairan dan energi selama berkompetisi.

Lantas, apa yang membuat pisang menjadi salah satu pilihan makanan yang cocok disediakan di pos refreshment marathon?

Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2017, jumlah karbohidrat dalam pisang berbeda-beda tergantung jenisnya. Kandungannya berkisar antara 22 hingga 33 gram dalam setiap 100 gram buah.

Karbohidrat memiliki peran penting sebagai pemasok energi bagi tubuh, terutama ketika melakukan aktivitas fisik dalam durasi panjang seperti marathon. Saat berlari, tubuh memanfaatkan cadangan glikogen yang tersimpan di otot dan hati sebagai sumber energi.

Karena itu, konsumsi karbohidrat selama perlombaan diperlukan untuk membantu mempertahankan ketersediaan energi sehingga pelari dapat menjaga performanya hingga mencapai garis finis.

Hal tersebut juga didukung penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition pada 2024. Studi tersebut menemukan bahwa asupan karbohidrat selama latihan ketahanan dapat membantu meningkatkan performa fisik.

Dalam hal ini, pisang bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat dari makanan utuh untuk mendukung strategi fueling atau pemenuhan energi selama berlari.

Tidak hanya karbohidrat, pisang juga dikenal memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi. Mineral ini berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu penghantaran impuls saraf, serta mendukung proses kontraksi otot.

Mengacu pada TKPI 2017, Minggu (25/10/2026), kandungan kalium dalam pisang mencapai sekitar 300 mg per 100 gram. Asupan mineral tersebut membantu menunjang fungsi otot dan sistem saraf ketika tubuh melakukan aktivitas fisik.

Selain kalium, pisang juga mengandung sejumlah mineral lainnya, seperti fosfor, kalsium, magnesium, dan zat besi. Masing-masing memiliki manfaat bagi tubuh, mulai dari menjaga kesehatan tulang, mendukung kerja otot, hingga membantu proses metabolisme.

Beragam kandungan tersebut menjadikan pisang sebagai salah satu pilihan makanan yang dapat melengkapi kebutuhan nutrisi pelari selama mengikuti marathon.

Meski demikian, konsumsi pisang tidak serta-merta menggantikan kebutuhan cairan dan elektrolit lainnya. Pelari tetap perlu memperhatikan asupan air dan elektrolit selama perlombaan dengan menyesuaikannya terhadap durasi berlari serta jumlah keringat yang dikeluarkan. (tkpi)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN