Vietnam Mulai Bangun Fregat Antikapal Selam Buatan Dalam Negeri

Ilsutrasi. (foto: istimewa/mistar)
Hanoi, MISTAR.ID – Vietnam mulai membangun kapal fregat antikapal selam yang disebut sebagai salah satu kapal terbesar dan tercanggih yang dikembangkan di dalam negeri. Kapal tersebut dirancang memiliki kemampuan mendeteksi sekaligus menghadapi kapal selam asing.
Pembangunan kapal dilakukan di Galangan Kapal Song Thu, Danang, yang berada di bawah Kementerian Pertahanan Vietnam. Menurut laporan media militer Quan Doi Nhan Dan, kapal ini akan menggunakan sejumlah persenjataan dan sistem militer yang dikembangkan serta diproduksi di dalam negeri.
Pengembangan kapal tersebut berlangsung ketika situasi keamanan di Laut Cina Selatan masih menjadi perhatian. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah insiden antara kapal penjaga pantai Cina dan kapal pemerintah Filipina kembali terjadi. Cina juga menggelar latihan militer di kawasan yang disengketakan.
Vietnam sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki kepentingan besar di Laut Cina Selatan. Di tengah dinamika tersebut, Hanoi terus mendorong kemampuan industri pertahanannya agar dapat memenuhi kebutuhan militer secara lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor, terutama dari Rusia.
Pemerintah Vietnam menilai proyek fregat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun industri pertahanan yang lebih mandiri, modern, dan memiliki kemampuan produksi yang luas.
Perusahaan teknologi dan telekomunikasi milik militer Vietnam, Viettel, turut terlibat bersama sejumlah lembaga penelitian serta industri pertahanan. Mereka mendukung Angkatan Laut Vietnam dan Galangan Song Thu dalam proses pembangunan kapal, termasuk pengembangan serta integrasi berbagai sistem persenjataan dan perangkat pendukung.
Vietnam telah menjalankan program modernisasi militernya selama beberapa dekade. Angkatan Laut Vietnam sebelumnya memperkuat armadanya melalui pembelian kapal selam kelas Kilo dan fregat kelas Gepard dari Rusia.
Selain mengandalkan alutsista impor, Vietnam juga meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri dengan mengembangkan berbagai kapal rudal dan kapal patroli.
Upaya memperluas industri pertahanan domestik tersebut juga didukung melalui penyelenggaraan Vietnam International Defence Expo. Pameran pertahanan internasional yang digelar setiap dua tahun itu menjadi salah satu sarana Vietnam untuk memperluas kerja sama pertahanan sekaligus mencari sumber teknologi dan pemasok baru.
Vietnam dan Australia Pererat Kerja Sama Pertahanan
Pada Selasa (11/8/2026), Presiden Vietnam To Lam bertemu Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Canberra. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen untuk memperkuat hubungan pertahanan kedua negara, termasuk melalui latihan militer bersama dan peningkatan kerja sama di bidang keamanan maritim.
Penguatan hubungan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perhatian Australia dan Vietnam terhadap perkembangan kekuatan militer Cina di kawasan Indo-Pasifik dan Laut Cina Selatan.
Albanese mengatakan hubungan yang lebih erat antara kedua negara, termasuk di sektor pertahanan, penting untuk menghadapi berbagai tantangan keamanan yang berkembang.
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles juga menilai peningkatan kerja sama dengan Vietnam dapat memberikan kontribusi terhadap stabilitas dan keamanan kawasan.
Australia sendiri tengah menjalankan program peningkatan kemampuan pertahanan berskala besar yang disebut sebagai ekspansi militer sekali dalam satu generasi. Canberra juga memperkuat hubungan pertahanannya dengan Amerika Serikat, termasuk dengan meningkatkan kehadiran militer AS di Australia.
Selain sektor keamanan, Vietnam dan Australia turut membahas penguatan ketahanan ekonomi serta pembukaan kembali akses pasar bagi produk daging hewan buruan Australia ke Vietnam.























